Petani Kecewa Harga Kubis di Karo Tidak Stabil

| Minggu, 01 Juli 2018 | 17.18 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Tanaman kubis petani kecamatan simpang empat kabanjahe yang belum laku,foto-apakabar/rianto

Mediaapakabar.com--Harga kubis di kabupaten karo naik turun bahkan pengeksport kubis pun tidak berani lagi membelinya karena permintan  ke luar kota maupun ke luar negri tidak ada.

Hal tersebut di katakan Ardi Sinulingga petani kubis di desa Lingga kec Simpang Empat ketika di sambangi wartawan di salah satu warung kopi yang ada di tugu bambu runcing Kabanjahe pada hari Minggu 01/07 sekitar pukul 13.30.wib.

Ardi mengatakan, saya sangat berharap sekali harga kubis naik pada panen kali ini , dimana anak sekolah sudah mau masuk tahun ajaran baru di situ pula harga kubis turun,heranya saya pas hari Sabtu semalam , ada kol tetangga yang sudah di lelangkanya sama pembeli seharga Rp 2000 per batang , terus karena saya dengar di jualnya kolnya itu , saya tanyakanlah sama tetangga tadi agar kol saya ini pun bisa di jual sama yang beli kubisnya itu , tapi ketika di teleponya pembeli tadi , bahkan pembeli tadi mengatakan " kubis saya sudah cukup senina , itupun karena kubisndu nya itu tadi , sudah turun kali kubis senina , maaf ya katanya kudengar lewat telepon tetangga tadi " ucap Ardi dengan muka lesu .

Amatan mediaapakabar.com , kubis sinulingga tersebut umurnya sudah mencapai 3 bulan , kalau di tahan pun atau ditunggu 2 minggu lagi,kubis tersebut sudah pasti tidak tahan lagi karena bisa pecah dan busuk , karena kubis tersebut di samping murah harganya , sudah pernah pula terkena abu vulkanik.

Terpisah salah satu pengeksport kubis ketika di hubungi lewat selulernya yang bernama Asin , beliau mengatakan " saya pun heran dek , kenapa tiba-tiba tidak laku lagi kubis ini , pada hal kubis kita masih banyak lagi di ladang ini.kalau tau saya tadi kubis ini tidak laku atau turun harganya sudah pasti saya tidak mau membelinya.

Sementara pada hari Sabtu pagi semalam  harganya masih Rp 2000 perbatang , ehh terus sorenya saya telepon toke saya katanya tiba-tiba stop dulu pengirimanya , permintaan kubis pada saat ini belum ada sabar saja dulu ya.

Tambah Asin , saya kira sudah saatnya pemkab karo ini mencari solusi agar petani di karo ini tidak terus menerus merugi , yah paling tidak bagi dinas perindustrian dan perdagangan bisa mencari solusinya " kata Asin .(RIANTO)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI