Penangkapan Terduga Teroris oleh Densus 88 Diwarnai Pekik Takbir Wanita Bercadar

| Kamis, 19 Juli 2018 | 10.44 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Densus 88 Antiteror (foto:Antara)
Mediaapakabar.com - Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di rumah makan Ayam Bakar Bu Tuti di Jalan Perumnas, Condongcatur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penangkapan itu diwarnai aksi seorang perempuan bercadar meneriakkan takbir saat petugas membawa pergi terduga teroris.

Dilansir Antara, penangkapan itu terjadi pada Rabu, 18 Juli 2018 sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelum penangkapan, mobil patroli kepolisian menutup akses masuk Jalan Perumnas menuju rumah makan Ayam Bakar Bu Tuti.

Polisi berpakaian dinas dan preman mengawasi warga yang berusaha mendekat ke lokasi dan mengambil gambar.

Pada pukul 16.59 WIB, penutupan jalan itu akhirnya dibuka kembali saat empat mobil telah melaju meninggalkan lokasi dari arah rumah makan Ayam Bakar Bu Tuti.

Saat mobil yang diduga berisi personel Densus 88 itu telah pergi, tiba-tiba ada seorang perempuan bercadar yang keluar dari rumah makan tersebut dan meneriakkan takbir berkali-kali.

Aksinya itu diredakan oleh warga yang kemudian menggiring masuk wanita itu kembali ke dalam rumah makan yang ternyata juga dijadikan tempat tinggal.

Terkait penangkapan tersebut, Kapolres Sleman AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim saat ditemui di lokasi membenarkan bahwa ada penangkapan terduga teroris. Namun ia menuturkan dalam penangkapan itu aparat Polres Sleman hanya mem-back up tim Densus 88.

"Kami hanya mem-back up saja. Yang terjun Densus 88," kata Firman singkat.

Sementara itu kesaksian warga setempat bernama Panca (48) mengaku melihat seorang pria dibawa oleh aparat Densus 88 dari rumah makan tersebut. Menurut dia, tidak ada perlawanan dalam penangkapan itu.

"Setelah satu orang dibawa pergi, selanjutnya polisi kembali membawa barang dari rumah itu," katanya.

Warga lainnya HM (22) mengaku kenal dengan pria itu. Menurut dia, meski jarang berbincang-bincang dengan warga, pria yang dikenal dengan inisial IS itu memiliki jiwa yang dermawan.

"Hampir setiap hari dia membagikan nasi bungkus ke masjid-masjid sini. Kalau setiap Jumat malah rutin (membagikan nasi)," kata pria lokasi usahanya hanya berjarak 20 meter dari lokasi penangkapan.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI