Nyaris Tewas Tersengat Listrik, Susanto 'Bangkit dari Kubur' dan Sempat Tak Sadarkan DIri

| Sabtu, 14 Juli 2018 | 10.09 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Susanto saat dikubur warga di lumbur. Foto: Polda Kalbar
Mediaapakabar.com - Susanto tersetrum dan ditolong warga sekitar dengan cara setengah badannya dikubur ke lumpur. Tak lama kemudian Susanto bangkit dan dibawa ke rumah sakit. Kini dia sudah diperbolehkan pulang meski masih trauma.

Kejadian yang viral ini berawal saat Susanto mengalami kecelakaan kerja ketika mengelas kanopi. Tubuhnya tersengat listrik dan dia pun tak sadarkan diri.

Warga Desa Sungai Purun Kecil, Sungai Piyuh, Kalimantan Barat itu langsung dibawa warga ke sebuah halaman rumput.

Tubuhnya dibaringkan dan sebagian dikubur dalam lumpur. Warga meyakini cara tersebut dapat menghilangkan aliran listrik dari tubuh Susanto.

Saat dikubur, Susanto sempat terlihat meraung-raung hingga akhirnya tak sadar.

Usai dikubur dalam lumpur, warga membawanya ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit setempat.

"Adapun pertolongan pertama yang dilakukan warga sekitar setelah kejadian tersebut adalah mengubur bagian tubuh korban dengan menggunakan lumpur mulai leher sampai kaki guna menghilangkan induksi aliran listrik dalam tubuh korban (ground)," ujar Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono ketika dimintai konfirmasi seperti yang dilansir Detik.com, Kamis (12/7/2018).

"Pada saat kejadian, korban sedang melakukan pemasangan atau pengelasan kanopi di depan bengkel mobil 'Aneka Jaya' karena jarak kanopi yang dibuat terlalu dekat dengan kabel bidar utama/ kabel TM (jaringan listrik) sehingga menyebabkan korban kesetrum," imbuhnya.

Setelah dirawat beberapa lama di RS Rubini, Mempawah, Kalimantan Barat, Susanto sudah diperbolehkan pulang. Kendati demikian, dia masih dalam kondisi trauma.

"Sudah kembali pulang karena secara fisik sudah baik. Tinggal menghilangkan trauma saja butuh perawatan lebih lanjut," ujar Kepala Urusan Liputan Produksi Dokumentasi (Lipprodok) Humas Polda Kalbar AKP Cucu Safiyudin, Jumat (13/7/2018). 
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI