Lidahnya Dipotong Majikan, Zulfa Menangis Mengurai Kisahnya Disiksa Jadi TKW di Malaysia

| Sabtu, 28 Juli 2018 | 09.20 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Niat Zulfa Nur Chintia (24)warga Pringsewu yang ditemui Jumat 27 Juli 2018 yang bekerja di Malaysia pulang dengan cacat fisik. 
Mediaapakabar.com - Niat Zulfa Nur Chintia (24) mengais rezeki di Malaysia berbuah petaka. Zulfa justru pulang ke Pringsewu, Lampung dengan penderitaaan fisik.

Tubuhnya alami luka lebam, tulang leher belakang patah. Tidak hanya itu, jari telunjuk kanan patah serta empat giginya copot.
"Selama tiga tahun saya mendapat siksaan dari bos saya tanpa penyebab yang jelas. Mau menghubungi keluaga saya tidak dikasih pegang HP," ungkap Zulfa sambil menangis saat ditemui di kediamannya, Jumat (27/7/2018).
Menurut Zulfa seperti yang dikutip dari Katalampung.com, saat hendak dipulangkan dia tidak mendapat pemberitahuan. 
Dia merasa dibuang saat tiba di bandara Palembang, Sumatera Selatan.
"Mau dipulangkan pun tidak dikasih tahu. Saya dibuang di Bandara Palembang dan saya pulang sendiri naik (mobil) travel sampai Pringsewu. Pasport dan surat-surat semuanya tidak ada yang dikasihkan ke saya," katanya lagi.
Zulfa tiba di Kampung halamannya, Pekon Sinar Baru Timur, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu pada hari Rabu (25/7) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Ia diantar warga dari Terminal Pringsewu.
Kedatangan Zulfa disambut dengan isak tangis keluarga. Para kerabat dekat dan warga setempat berdatangan untuk melihat keadaan Zulfa.
Cara berbicara Zulfa pun terdengar menjadi cedal, semenjak ujung lidahnya dipotong oleh sang majikan.
Perubahan fisik Zulfa ini sempat membuat orang tuanya kaget.
Ketika Zulfa pulang pada Rabu (25/7) malam, Kartim, ayah Zulfa, tidak menyangka anaknya pulang seperti yang dikutip dari Tribunlampung.co.id.
Apalagi tidak ada kabar berita sebelumnya bahwa Zulfa hendak pulang.
Yang semakin membuat Kartim terkejut ketika ada perubahan fisik pada Zulfa.
Zulfa sempat ketakutan untuk tidak menceritakan hal apa yang telah dialami selama berada di Negeri Jiran.
Atas pengertian Kartim, alhasil Zulfa mau membuka tabiat majikan perempuan yang suka bertindak kasar secara fisik.
Luka-luka yang diderita Zulfa karena kerap dipukul pakai tongkat besi.
Zulfa juga diinjak serta dipelintir telunjuknya hingga patah. Zulfa juga mengaku pernah dipukul pakai kursi.
Selama dua hari berada di rumah, Zulfa hanya istirahat di kamar belakang rumah orang tuanya.
Dia terlihat lemah dan nada suaranya lirih menjelaskan terkait apa yang menimpanya.
Kondisi Zulfa mendapat perhatian dari tetangga dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI