Kronologi Anggota Brimob Tembak Kepala Sendiri Usai Habiskan Berbatang-batang Rokok

| Kamis, 19 Juli 2018 | 10.34 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Lokasi brimob bunuh diri di Depok, Jawa Barat. Foto: Kriminologi.id
Mediaapakabar.com Seorang anggota Brimob berpangkat Bhayangkara Satu (Bharatu) Thamrin tewas bunuh diri menembak kepalanya di Jalan Belimbing I RT 05/09 Kelapa Dua Cimanggis, Kota Depok, Selasa, 17 Juli 2018.

Thamrin tewas di kamar Yuyun, anak dari pasangan Rasidin dan Tuti Hidayati yang berprofesi sebagai dokter. Thamrin masih menggunakan seragam lengkap dengan earphone menempel di telinga kanannya.

Tangan kanannya terlihat seperti memegang senjata pistol yang tergeletak tidak jauh di samping bantal yang menjadi penyangga kepalanya.

Kronologi bunuh diri berawal saat Thamrin datang ke rumah dengan wajah terlihat gelisah. Selama di ruang tamu rumah, Thamrin duduk hingga menghabiskan berbatang-batang rokok. 

Tuti pun menyuruh Thamrin istirahat di kamar Yuyun, anaknya yang menjadi dokter. Kebetulan, sore itu, Yuyun sudah berangkat ke tempat praktek.

Hubungan keluarga Tuti dengan Thamrin memang sangat dekat walaupun tak memiliki hubungan persaudaraan. Kemungkinan Thamrin dan Rasidin sama-sama berasal dari Palembang, Sumatera Selatan ini yang membuat keduanya seperti bapak dan anak.

"Si abang memang belum pernah tidur di kamarnya Yuyun. Ya, selain karena segan terus itu juga kan kamar anak perempuan. Tapi, pas kemarin itu Yuyun kan baru berangkat praktek, si Abang kelihatannya capek banget makanya saya suruh tidur di kamarnya Yuyun," ujar Tuti seperti yang dilansir Kriminologi.id, Rabu, 18 Juli 2018.

Tuti melanjutkan Thamrin akhirnya mendengarkan sarannya dan berpindah dari ruang tamu ke kamar Yuyun. Kemudian, Tuti pun menuju dapur untuk memasak. Usai masak, Tuti beranjak menunaikan salat Asar. 

Namun dirinya terperanjat saat mendengar suara letusan keras dari rumahnya. Saat itu, Tuti sudah mengenakan mukena siap untuk salat asar.

Semula, ia mengira suara itu  berasal dari kompor gas meledak. "Pas uda pakai mukena, baru mau angkat tangan, tiba-tiba ada suara letusan, saya kaget," ujar Tuti.

Karena penasaran, Tuti yang masih mengenakan mukena bergegas ke dapur untuk mengencek kompor gas. Akan tetapi, kompor gas di dapur masih dalam kondisi normal.

Setelah itu, dirinya mencium bau tak biasa dari dalam kamar Yuyun. Bau  yang menyeruak dari dalam kamar Yuyun, yang di dalamnya  terhadap Thamrin itu, kata Tuti, seperti bekas kembang api terbakar. 

Akhirnya, Tuti pun membuka pintu kamar tersebut. "Pas saya cek, astagfirullah ternyata si Abang bunuh diri. Saya hampir pingsan, kaget, serasa melayang," ujar Tuti.

Tuti yang dalam kondisi panik segera memberitahukan peristiwa itu ke anak keduanya, Yeyen yang tengah tertidur. Gadis itu kemudian meneruskan kepada ayahnya Rasidin dan memberitahukan jika Thamrin tewas bunuh diri.

"Yeyen juga kaget pas saya kasih tahu si abang bunuh diri. Dia langsung lari ngejar suami saya ke bengkel. Pas di bengkel, dia bilang ke pegawainya 'bapak mana, itu si Abang bunuh diri'. Di bengkel itu dia (Yeyen) langsung nangis keras," tuturnya.

Sementara itu Rasidin mengaku dirinya sempat heran melihat gelagat Yeyen menangis keras di bengkel motor miliknya. Setelah mendengar jika Thamrin tewas bunuh diri, barulah ia terperanjat dan segera menuju kamar anaknya.

"Pas saya lihat ke kamarnya Yuyun, ternyata benar Abang bunuh diri, badan saya langsung gemeteran, kaki serasa melayang," ucap Rasidin.

Rasidin mengatakan, setelah melihat kondisi korban, ia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT 05 agar segera melapor polisi.

Aksi bunuh diri itu dilakukan Thamrin yang masih menggunakan seragam dinas. Posisi terakhir Thamrin tewas sambil memeluk bantal dan kaki menjepit guling.

Darah yang keluar dari kepala membasahi kasur. Janah mengatakan, Thamrin dikenal sebagai pria yang pendiam.

Warga sekitar juga mengenal Thamrin bukan tipe orang yang macam-macam. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI