KPK Tangkap Tangan Bupati Labuhanbatu di Bandara Soetta, Disita Rp 500 Juta Diduga Uang Suap

| Rabu, 18 Juli 2018 | 11.58 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap. Foto: labuhanbatukab.go.id
Mediaapakabar.com - Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap ditangkap ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (17/7/2018).

‎Juru bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan Pangonal Harahap ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta.

"Saya pastikan ada lima orang yang diamankan sejauh ini. Jadi ada Bupati (Pangonal Harahap) tadi dibawa dari Bandara Soekarno Hatta," terang Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain Bupati Pangonal Harahap yang ditangkap di Bandara Soekarno Hatta ada seorang lainnya yang juga diamankan di Jakarta dan dibawa ke KPK.

Penyidik, kata Febri, juga menangkap tiga orang di Labuhanbatu, di antaranya pihak swasta.
Sejauh ini, proses di Labuhanbatu maupun di Jakarta, berjalan dengan baik.

"Ada pihak swasta yang diamankan di Labuhanbatu dan sekarang dibawa ke Polres setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut."

Seperti yang dilansir Tribun Medan, Pangonal diduga menerima suap berkaitan dengan proyek di Dinas PUPR wilayahnya.

"Kami duga uang tersebut terkait dengan proyek Dinas PUPR setempat," ujar Febri.

Seorang sumber internal Bidang Penindakan KPK menyatakan, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK berlangsung Selasa (17/7) sore hingga malam‎.

Dari beberapa orang yang ditangkap memang ada Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara Pangonal Harahap‎. Penangkapan dilakukan setelah terjadi transfer dan serah terima uang tunai.

"Bupati PH (Pangonal Harahap) sudah ditangkap, ditangkap di Jakarta sama ajudannya. Dugaannya terkait dengan suap proyek. Uang yang disita sementara sekitar Rp500 juta, tapi sedang dipastikan dulu angkanya," ujar seorang sumber seperti yang dilansir Koran Sindo.

Dia menggariskan, sebelum penerimaan terakhir ini memang ada beberapa kali penerimaan oleh si Bupati. Angka penerimaannya variatif.

Dugaan sementara proyek yang menjadi objek suap terkait dengan tahun anggaran 2017 dan 2018.

Hanya saja untuk memastikan semua dugaan atau indikasi tersebut maka pemeriksaan awal sedang dilakukan.

"Sebelumnya memang ada dugaan beberapa kali si Bupati itu," tandasnya.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI