Janda Cantik Supartini Diduga Dibunuh Sang Kekasih Usai Mengaku Hamil dan Minta Dinikahi

| Jumat, 20 Juli 2018 | 11.34 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Supartini. Foto: Facebook
Mediaapakabar.com  - Pembunuhan terhadap Supartini (37), seorang janda anak satu yang tengah hamil 2 bulan, akhirnya diungkap oleh aparat Kepolisian Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Sebelum dibunuh, Supartini sempat unggah penggalan lirik lagu cinta.

Nasrun (53), seorang manajer perusahan perumahan, ditetapkan sebagai tersangka tunggal atas kasus pembunuhan itu.

Pria berusia 58 tahun itu nekat membunuh lantaran korban yang tengah hamil itu menuntut untuk dinikahi.

Akun Facebook milik Supartini, Jumat, 20 Juli 2018, dirinya kerap mengunggah foto-foto bersama seorang anak yang diketahui merupakan anaknya berinisial D. Dalam laman Facebook tersebut, Supartini juga terkadang berfoto tanpa mengenakan jilbab.

Dalam akun tersebut Supartini mengunggah data terkait dirinya yang pernah mengenyam pendidikan di SMA Negeri 3 Bukittinggi.

Sementara itu Supartini juga menyebutkan bahwa dirinya bekerja di kantor sebuah pengembang perumahan seperti yang dilansir Kriminologi.id.

Seperti diketahui, Supartini mengenal Nasrun kenal sejak 2013. Keduanya bekeraja pada satu perusahaan pengembang perumana di mana Nasrun menjabat sebagai Manajer Operasional di PT. Sinar Bodhi Cipta di Kota Tanjungpinang.

Akun Facebook Tinitinol Tinie milik korban diketahui terakhir kali mengunggah foto dirinya mengenakan hijab pada 25 Agustus 2015. Dalam unggahan itu, Tini mengenakan hijab berwarna hitam degan pakaian belang putih hitam.

Pada bulan Oktober 2014, akun tersebut juga sempat mengunggah lirik lagu berjudul Jangan Berhenti Mencintaiku yang dinyanyikan oleh TT DJ.

'' Jangan berhenti mencintaiku..
Meski mentari berhenti bersinar
Jangan berubah sedikit pun..
I dalam cintamu ku temukan bahagia..

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap Nasrun karena membunuh Supartini lantaran korban yang tengah hamil itu menuntut agar dinikahi.

Dalam reka ulang pembunuhan di kebun dekat rumahnya di Jalan Ganet, Tanjungpinang, Nasrun memperagakan dirinya membunuh korban. Nasrun terlebih dahulu memukul kepala Supartini sebanyak enam kali dengan menggunakan kayu bakau.

Nasrun kemudian menutupi tubuhnya dengan karung dan tangan korban diikat dengan tali plastik dan membawa mayat Supartini ke Jembatan 3 Tanjungpinang lalu membuangnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI