Abdullah Palaku Peledakan Bom Pasuran Diburon Polisi, Ciri-ciri Membawa Tas Ransel

| Sabtu, 07 Juli 2018 | 00.20 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Abdullah diduga pria yang bawa ransel sehabis ledakkan bom di rumah kontrakan. Foto: ist
Mediaapakabar.com - Polres Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) memburu terduga pelaku bom yang meledak di sebuah kontrakan jalan Pepaya RT 01/01 Pogar, Bangil.

Terduga pelaku tersebut kabur dengan membawa ransel hitam usai bom meledak tiga kali.

"Saat warga menjauh dari rumah tersebut orang yang tidak dikenal keluar dari dalam rumah sambil membawa tas ransel. Saat itu petugas kepolisian mengejar ke arah barat yang kemudian terdengar suara ledakan yang ketiga dari jalan kampung," kata Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono, dalam keterangannya, di Pasuruan, seperti yang dilansir Kriminologi.id Kamis, 5 Juli 2018.

Ia menjelaskan, sebelum kabur pelaku sempat masuk ke dalam rumah untuk mengambil motor Honda Asrtea sembari membawa tas ransel hitam. Diduga pelaku menuju ke arah timur.

Ia menambahkan, pihaknya telah mendapat identitas terduga pelaku yang menempati kontrakan milik Saprani. Terduga tersebut bernama Abdullah alias awardi.

Ia kelahiran 16 Februari 1975, Lambideng, Daya Lampoawe, Kecamatan Simpang Tiga Islam, Aceh. Abdullah tinggal bersama istrinya bernama Dina Rohana, kelahiran Sidoarjo, 16 Juni 1978.

Satu bocah laki-laki berumur enam tahun dilapaorkan terluka. Istri Abdullah, Dina Rohana sudah diamankan pihak kepolisian.

Sebelumnya, terjadi ledakan di sebuah rumah kontrakan di kawasan Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis, 5 Juli 2018. Belum diketahui apakah ledakan ini berasal dari bahan bom.

Ledakan ini dibenarkan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera. Menurut Frans belum bisa dipastikan apakah ledakan ini berasal dari benda berupa bom. Polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi.

"Apakah high eksplosif atau low eksplosif, yang jelas ada tiga kali ledakan awal," kata Frans dalam keterangannya.

Lebih lanjut Frans mengatakan ledakan ini awalnya dilaporkan seorang saksi kepada polisi. Saat petugas tiba, sekeluarga yang terdiri dari seorang laki-laki, seorang wanita dan bocah berusia enam tahun keluar tergesa-gesa dari lokasi ledakan.

Menurut Frans, laki-laki tersebut tampak membawa ransel.

"Kemudian kami lakukan pengejaran, dan terjadilah ledakan di lorong itu. Laki-laki lari, ibu kita amankan dan anak kita antar ke RS. Jelas kami masih identifikasi ledakan," ujarnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI