Tragis 7 Anggota Keluarga dari Binjai Touring di Danau Toba Berakhir Tenggelamnya KM Sinar Bangun

| Rabu, 20 Juni 2018 | 18.35 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Foto keluarga Burhanuddin. Foto: Tribun Medan
Mediaapakabar.com - Satu keluarga berjumlah tujuh orang asal Kecamatan Binjai Selatan menjadi korban tragedi maut KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Senin (18/6/2018).

Teranyar, seorang perempuan dari tujuh orang ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, atas nama Fahriyanti (47), Rabu (20/6/2018).
Dilansir Tribun Medan dari Kepala BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani bahwa jenazahnya atas nama Fahriyanti telah ditemukan di sekitar lokasi karamnya kapal sekitar pukul 08.40 Wib.

Saat ditelusuri ke kediaman korban di Jalan Gunung Bendahara Binjai Selatan, rumah korban yang masih belum diplester semen tampak kosong. Di halaman rumah terdapat gerobak sate. Rumah dititipkan ke anak angkat pihak keluarga bernama Erwin.
Erwin pria kurus berkulit hitam, menceritakan kalau pihak keluarga Fahriyanti pergi liburan bertouring jalur darat mengendarai tiga sepeda motor. Naik motor Sonic, Supra dan Beat. Mereka di antaranya pasangan suami istri Burhanuddin (48) dan Fahrianty (47) beserta empat anaknya yakni Dede Handriam (23), Neneng Nur Ainun (19), Maya Oktavianty (17), Dika Ferdian (9), dan seorang menantu Yani (20).
"Pas Lebaran, Bapak sempat pergi ke Belawan. Baru balik ke Binjai. Habis itu lah mereka pergi touring naik motor semua. Ada tiga motor ngambil jalur mutar mereka dari Karo-Dairi-Samosir-Simalungun," ujarnya sambil memegang foto keluarga Burhanuddin.
Sebelumnya, KTP atas nama Maya Oktavianty (17) sudah ditemukan tim SAR.
Erwin mengisahkan bahwa tidak ada firasat apapun atas tragedi maut KM Sinar Bangun. Kenangan terakhir, Erwin disuruh untuk mengecat rumah Burhanuddin sebelum Lebaran.
"Gak ada firasat apapun. Bapak terakhir ya nyuruh saya buat ngecat rumah ini. Bapak itu orangnya kan tegas gak bisa dibantah, makanya saya cat lah rumah ini. Baik lah bapak itu sama kami semua. Di sini semua sudah kayak keluarga kandung," katanya.
Lanjut Erwin, saat ini hanya bisa menunggu keputusan pihak keluarga Burhanuddin untuk prosesi pemakaman. Di posko korban di Tigaras saat ini ada anak pertama Burhanuddin yakni Ryan Fandi yang mengurus. Fandi tidak ikut rombongan karena tinggal di Sibolga.
"Anaknya yang di Sibolga, si Fandi yang urus di sana (Tigaras). Belum tahu kami mau dimakamkam dimana. Kalau Bapak katanya di Binjai, kalau ibu belum tahu, gitu juga sama menantunya yang orang Belawan. Harapannya semua bisa hari ini ditemukan. Biar kami siap buat fardhu kifayahnya," katanya.
Tentang korban, Rita perempuan bertubuh tambun tak kuasa menahan titik air mata saat mengenang keluarga Burhanuddin yang sudah dianggapnya sebagai keluarga kandung.
Katanya Burhanuddin dikenalnya sejak masih lajang sudah berjualan sate keliling di daerah Namoterasi hingga berkeluarga.
"Bapak dan keluarganya sudah macam bapak kami sendiri lah disini. Kami semua disini sudah seperti keluarga kandung semua. Pas mau pergi bapak sempat nawari adekku buat ikut, cuma gak jadi alasannya karena gak ada duit. Bapak bilang tetap ngajak cuma modal Rp 300 ribu saja. Itulah terakhir kami tahu," ujarnya sambil menyeka air mata.
Informasi teranyar dari Kepala BPBD Binjai, Ahmad Yani mengatakan semua keluarga yang menjadi korban akan dibawa ke Binjai.
Keputusan ini diambil setelah berkomunikasi dengan Fandi dan beberapa keluarga korban yang datang ke posko Tigaras.(AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI