Terduga Teroris Pengikut ISIS Diciduk Polisi Saat Hendak Laksanakan Salat di Musala

| Kamis, 21 Juni 2018 | 09.40 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pasukan Densus 88 saat beraksi. Foto: Jitunews
Mediaapakabar.com - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang pria terduga teroris, berinisial F di Rumah Makan Sangkan Hurip di Kawasan Punclut, Kabupaten Bandung Barat, Selasa,19 Juni 018.

Terduga teroris F merupakan salah satu dari empat terduga teroris yang diduga terkait ISIS.

Salah seorang pegawai di Rumah Makan Sangkan Hurip, Riza menuturkan, F diamankan oleh polisi saat hendak melaksanakan salat di musala rumah makan tersebut.

"Betul, kemarin ada yang ditangkap di sini. Satu orang laki-laki. Kalau enggak salah namanya Fajar," ujar Riza Putra kepada wartawan, Bandung, seperti yang dilansir Kriminologi.id, Rabu, 20 Juni 2018.

Menurut dia, saat itu pria terduga teroris tersebut sedang makan bersama sejumlah orang yang diduga merupakan anggota keluarganya.

"Kalau tidak salah dia datang sama lima orang, kemungkinan keluarganya, yang ditangkap cuma satu orang. Kalau yang lain saya enggak tahu. Cepat soalnya kejadiannya. Tahu-tahu udah pergi semua," ujarnya.

Sementara Kabag Pensat Mabes Polri Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan adanya penangkapan seorang terduga teroris di Kawasan Punclut, Kabupaten Bandung Barat.

"Betul ada penangkapan (terduga teroris) di Kabupaten Bandung Barat," ucap Yusri ketika dihubungi melalui telepon oleh wartawan.

Sebelumnya, empat terduga teroris dibekuk tim Densus 88 Antiteror Polri di Jawa Barat dan Jawa Tengah pada Selasa, 19 Juni 2018. Keempatnya diduga merupakan kelompok teroris yang berbaiat kepada ISIS.

Keempat terduga teroris adalah MN (18) dan R (33) dibekuk di Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat;  F (27) di sebuah rumah makan di Jalan Pageur Maneuh Terusan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kemudian di hari yang sama, tim juga menangkap FT alias FM di Kebumen, Jawa Tengah.

"Mereka diduga jaringan ISIS," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Syahar Diantono mengatakan edi Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 20 Juni 2018.

Densus kini masih mendalami peranan para terduga teroris tersebut. Saat ditanya apakah keempatnya merupakan anak buah kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan terpidana Aman Abdurrahman, Syahar belum memastikan hal tersebut.

Syahar menambahkan, dari hasil penyelidikan, keempatnya berkomunikasi dengan sel-sel teroris lainnya menggunakan aplikasi pesan Telegram.

"Mereka aktif melakukan komunikasi menggunakan Telegram," katanya.

Dalam penangkapan mereka, Densus menyita beberapa barang bukti yakni ponsel dan dompet yang berisi KTP dan uang. Sementara tidak ditemukan senjata api maupun bom rakitan dalam penangkapan tersebut. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI