Tembak Mati Perawat Palestina di Gaza, Liga Arab Kecam Israel

| Senin, 04 Juni 2018 | 20.14 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pasukan Israel menghalau para demonstran Palestina menggunakan gas air mata selama protes, yang diselenggarakan untuk menandai peringatan 70 tahun Nakba. Foto: Anadolu
Mediaapakabar.com - Liga Arab pada mengeluarkan pernyataan yang mengutuk tindakan tentara Israelyang membunuh seorang petugas paramedis Palestina yang sedang menolong orang yang cedera di Jalur Gaza.

Organisasi negara-negara Arab itu mencap tindakan itu sebagai babak baru terorisme Israel.

"Kejahatan Israel ini serta perbuatan lain adalah rangkaian baru babak terorisme Israel, yang tidak memberi perlindungan bagi tim medis dan petugas pertolonga, memburu dan membidik wartawan serta menghukum mati mereka dengan cara darah dingin," kata badan pan-Arab tersebut di dalam satu pernyataan," demikian pernyataan Liga Arab pada Minggu, 3 Juni 2018 seperti dilansir Xinhua, Senin, 4 Juni 2018

Sebelumnya, seorang perawat wanita bernama Razan An-Najjar yang masih berusia 21 tahun ditembak oleh tentara Israel. Penembakan itu terjadi di dekat pagar perbatasan Jalur Gaza pada Jumat, 1 Juni 2018.

Penembakan tersebut mengundang kecaman banyak pihak karena Razan saat itu sedang menjalankan tugas kemanusiaan yaitu merawat seorang demonstran yang cedera di Jalur Gaza.

Ribuan orang Palestina kemudian memberi penghormatan terakhir kepada Razan saat prosesi pemakaman jasadnya pada Sabtu, 2 Juni 2018.

Liga Arab menyatakan Israel bertanggung-jawab atas "pemusnahan" An-Najjar, dan memperingatkan tentara Israel agar tidak melanjutkan perbuatan brutal semacam itu.

Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa tentara Israel yang ditempatkan di daerah perbatasan menembakkan gas air mata dan peluru aktif ke arah demonstran, yang mengibarkan bendera Palestina dan melemparkan batu ke arah tentara Yahudi.

Pada Jumat 1 Juni 2018 itu, ratusan demonstran Palestina berpawai menuju empat tempat di bagian timur Jalur Gaza di dekat perbatasan dengan Israel pada Jumat ke-10 pawai dan protes, yang oleh rakyat Palestina dinamakan "Pawai Akbar Kepulangan dan Pembangkangan terhadap Blokade Israel".

Pawai itu dimulai pada 30 Maret dan menyerukan hak pengungsi Palestina untuk pulang serta diakhirinya bloakde Israel --yang telah diberlakukan atas Jalur sejak musim panas 2007.

Sejak akhir Maret, pasukan Israel menewaskan sedikitnya 120 orang Palestina dan melukai ribuan orang lagi selama protes yang menyerukan hak pengungsi Palestina untuk pulang dan diakhirinya blokade Israel yang diberlakukan atas Jalur Gaza sejak 2007, ketika Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) merebut kekuasaan atas daerah kantung tersebut. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI