Penyebab Jasad Korban KM Sinar Bangun Tenggelam di Dasar Danau Toba, Tidak Terapung Seperti di Laut

| Jumat, 29 Juni 2018 | 12.02 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Puing diduga sepeda motor dari KM Sinar Bangun tenggelam di dasar Danau Toba. Foto: Basarnas
Mediaapakabar.com - Remotely operated vehicle (ROV) atau robot di bawah air berhasil menangkap gambar jasad korban dan sepeda motor terkait kecelakaan KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. Korban kapal tersebut ditemukan di kedalaman 450 meter Danau Toba.

"Ini salah satu korban manusia di kedalaman 450 meter," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi dalam jumpa pers di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2018).

Setelah titik tenggelam ditemukan, tim kini mencari cara untuk mengangkat kapal beserta jasad para korban dari kedalaman tersebut. Dasar Danau Toba ini bahkan lebih dalam dari Selat Malaka yang sekitar 200 meter.

Mengapa Danau Toba sangat dalam?

Pakar geologi UGM Rovicky Dwi Putrohari memaparkan tentang proses terjadinya Danau Toba. Berbeda dengan legenda yang dituturkan turun temurun, Danau Toba bukanlah terbentuk dari 'kutukan'.

"Danau Toba terbentuk dari letusan Gunung Toba yang pertama kali pada 700.000 tahun lalu. Gunung Toba kemudian beberapa kali meletus dan yang terakhir adalah sekitar 73.000 tahun lalu," ujar Rovicky.

Pasca-letusan Gunung Toba kemudian terbentuk kaldera atau lubang kawah. Lama kelamaan kaldera yang terbentuk menjadi luas.

"Danau Toba itu dulunya seperti lubang kawah saja, sisa lubang kawah yang akhirnya terisi air," kata Rovicky.

Letusan Gunung Toba disebut sangat dahsyat kala itu. Saat Gunung Toba meletus, belum ada manusia modern.

Oleh karena Danau Toba merupakan kaldera dari hasil letusan gunung, maka cekungannya jadi sangat dalam. Gunung Toba kini sudah tak lagi aktif.

Mengapa jasad korban tenggelam dan tak terangkat ke permukaan?

Ada anomali gravitasi di Danau Toba. Namun menurut Rovicky, bukan itu penyebab jasad para korban tak terangkat ke permukaan.

"Biasanya begini, ketika korban itu meninggal itu awalnya sekian jam akan tenggelam. Kalau untuk di danau atau air dangkal kira-kira 10 meter itu bisa ngambang lagi, ini karena dalamnya 400 meter--paling tidak--jasadnya tidak keluar lagi karena tekanannya tinggi," tutur Rovicky.

Selain itu, Danau Toba merupakan air tawar. Berbeda dengan air laut yang mengandung garam.

"Berat jenis air garam lebih tinggi sehingga bisa (tubuh manusia) bisa mengambang, sementara berat jenis air tawar lebih rendah," kata Rovicky. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI