Pasukan Elit TNI AL Walau Sudah Kerahkan Alat Canggih Gagal Temukan Kapal Tenggelam

| Rabu, 20 Juni 2018 | 23.55 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pasukan elit TNI AL terjun ke Danau Toba cari korban hilang kapal tenggelam
Mediaapakabar.com - Kejadian tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Senin 18 Juni 2018, membuat pasukan elit TNI Angkatan Laut (AL) menurunkan sejumlah pasukannya untuk terlibat dalam pencarian korban.

"Jumlah tim sebanyak 24 personil, diantaranya sembilan dari Yonmarhanlan I Belawan, delapan anggota Denma Lantamal I Belawan, lima dari Rumkit TNI AL Belawan dan dua orang personil Pomal Lantamal I Belawan," ujar Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, Letkol (Mar) Ali Sumbogo di Jakarta, Rabu 20 Juni 2018.

Dalam pencarian korban, tambahnya, Korps Marinir juga mengirim penyelam handal lengkap dengan alat selamnya, yang berjumlah 10 orang berasal dari satuan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Pasmar 1.

Menurutnya, tim pencari juga dilengkapi dengan satu unit mobil ambulance, enam set alat selam dan 19 swimfest seperti yang dilansir Gardanasional.id.

"Mari kita doakan semoga korban dapat diselamatkan. Semoga dengan dukungan tim ini dapat membantu pencarian korban," ujarnya.

Pasukan elit TNI AL dikerahkan cari korban hilang


Seperti yang diberitakan, tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Senin 18 Juni 2018, salah satunya disebabkan cuaca ekstrem di wilayah itu.

Namun Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir, Mahler Tamba sebelumnya mengungkapkan, penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun yakni akibat kelebihan kapasitas, cuaca buruk dan kesalahan manusia.

Atas insiden itu, mengakibatkan seorang penumpang meninggal dunia dan 188 orang penumpang lainnya masih hilang.

Sementara itu pencarian kapal tenggelam dan para korban hari ini masih nihil, walatu titik tenggelam kapal sudah diketahui.
Kendala tim penyelamat melakukan tugasnya disebabkan oleh cuaca buruk dan jarak pandang di kedalaman air hanya bisa sampai jarak 5 meter.
Tepat pukul 07.50 WIB, tim gabungan Basarnas, BNPB, BPBD, Marinir TNI-AL, dan Sat Polair berangkat dari dermaga Pelabuhan Tigaras untuk melanjutkan pencarian terhadap penumpang KM Sinar Bangun yang hilang tenggelam di Danau Toba
Kurang lebih 350 personel dikerahkan dalam upaya pencarian hari kedua ini.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI