Pariono Buruh Bangunan Nekad Akhiri Hidupnya Gantung Diri Akibat Putus Cinta

| Rabu, 20 Juni 2018 | 23.16 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Ilustrasi
Mediaapakabar.com - Diduga karena putus cinta, Pariono (30) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri usai makan siang di kediamannya.

Akibatnya, hidup pria lajang berprofesi sebagai buruh bangunan yang merupakan penduduk Jalan Citra Indah Dusun 10 Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang ini harus berakhir tragis.
Informasi dihimpun pewarta.co di Mapolsek Percut Sei Tuan, Selasa, (19/6/2018) menyebutkan jasad korban pertama kali ditemukan olehibu kandung korban bernama Seniwati, tergantung di kamar kosong rumahnya.
“Jasad korban pertam kali ditemukan oleh ibunya dalam keadaan tergantung dengan posisi kain sarung melilit di lehernya,” ujar Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri SH SIK.
Kapolsek menerangkan, sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, korban diketahui sempat ke kamar mandi dan makan siang.
“Ibu korban mengatakan bahwa sebelum menemukan anaknya dalam keadaan tergantung dengan kain sarung di leher, korban terlihat ke kamar mandi dan makan siang,” terang Alumnus Akpol Tahun 2004 ini.
Setelah itu, lanjut dijelaskan Faidil, ibu korban yang menemukan anaknya dalam kondisi tergantung memanggil tetangga untuk menurunkan jasad dan menghubungi Polsek Percut Sei Tuan.
“Mendapat informasi tersebut, personel kita langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP,” jelas mantan Wakasat Sabhara Polrestabes Medan ini.
Selain itu, orang nomor satu di Mapolsek Percut Sei Tuan ini menyebutkan, dari keterangan orangtua dan tetangga, korban memang terlihat aneh selama tiga tahun belakangan ini.
“Menurut orangtua dan tetangga, bahwa sudah tiga tahun belakangan ini korban mengurung diri di kamar karena putus cinta dan juga menderita penyakit dalam yang tidak sembuh-sembuh,” sebut Faidil.
Begitupun, kata Faidil, orangtua korban bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi, dan juga tidak akan menuntut pihak manapun serta mengikhlaskan kematian korban karena bunuh diri dengan cara gantung diri.
“Pihak keluarga tidak bersedia jasad korban diotopsi. Namun, keluarga bersedia menandatangani surat pernyataan untuk tidak menuntut pihak manapun dan telah mengikhlaskan kepergian korban dengan cara gantung diri,” tandas Kompol Faidil Zikri. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI