Nyaris Punah,Harimau Sumatra Jadi Perhatian Dunia

| Minggu, 24 Juni 2018 | 14.24 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Harimau Sumatera,foto-apakabar/mh
Mediaapakabar.com--Nyaris punahnya harimau sumatera menjadi perhatian dunia. Hal tersebut mengundang ketertarikan dua orang aktivis yang berasal dari North Wales, United Kingdom untuk mengunjungi aktivis Sumatran Tiger Ranger (STR) guna mengetahui keberadaan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) dialam liar.

Pada sabtu 23 juni 2018 richard storey, MSc (Master Ecology) 34 dan ruth yap, MSc ( marine mammal science) 36, dua aktivis yang telah menyelesaikan gelar biologi lulusan Graduates Of Bangor University itu bertemu,haray Sam Munthe, Ketua Lembaga Sumateran Tiger Ranger (STR) di rantauprapat, Sumut.

Setelah melakukan diskusi panjang, keesokan harinya,  mereka melakukan ekspedisi kehutan bukit barisan guna melihat langsung tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), hewan ini termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) 

Haray Sam Munthe menceritakan kondisi Harimau Sumatera yang saat ini terancam punah. Salah satu faktor penyebabnya adalah menyempitnya hutan habitat dari Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumaterae). "Sulitnya menemukan tanda-tanda keberadaan hewan berbelang indah itu merupakan salahsatu bukti kelangkaan Harimau Sumatera dihutan Sumatera. Hal tersebut mengkhawatirkan para pemerhati satwa langka di dunia" kata Haray Sam Munthe, Ketua Lembaga Sumateran Tiger Ranger (STR), Minggu (24/6/2018) di Rantauprapat.

Diprediksi Haray,saat ini hanya tersisa 350 sampai 400 ekor Harimau Sumatera yang tersisa dialam liar.Terjadinya beberapa konflik yang mengakibatkan kematian Harimau Sumatera merupakan pemicu akan punahnya hewan tersebut.

 Richard Storey dan Ruth Yap didampingi Haray Sam Munthe Ketua STR saat melakukan ekspedisi ke hutan bukit barisan dan penampakan harimau sumatera melalui kamera trap,foto-apakabar/mh
"Jika penanganan konflik dan penghancuran hutan habitatnya, seperti kegiatan ilegal loging dan pembukaan lahan perkebunan yang tidak terkendali tidak segera ditangani serius oleh pemerintah, maka Harimau Sumatera akan segera menuju kepunahannya " sebut Haray.

"Sumatran Tiger Ranger (STR) beberapa tahun terakhir konsen terhadap perlindungan Harimau Sumatera dibeberapa Kabupaten di Sumatera Utara. Selain melakukan pendataan, monitoring, STR juga melakukan edukasi pelestarian Harimau Sumatera ke masyarakat di desa-desa terdekat dengan hutan habitat Harimau Sumatera" tandasnya.

Richard Storey dan Ruth Yap dua aktivis asal United Kingdom itu mengatakan keprihatinannya terhadap kelangkaan Harimau Sumatera akibat kerusakan kawasan hutan lindung di Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara (Labura) dan beberapa Kabupaten lainnya yang merupakan rumah bagi Harimau Sumatera itu sendiri.

"We assess the scarcity of Sumatran tigers due to illegal logging which is the habitat of Sumatran tigers" kata Richard Storey.

" Illegal logging and plantation clearance make the Sumatran tiger almost extinct" tambah Ruth Yap.

Mereka berharap agar pemerintah Indonesia khususnya pemerintah setempat agar melestarikan hutan sumatera yang juga merupakan paru-paru dunia serta habitat beberapa satwa langka.

Melalui pemasangan kamera trap mereka masih melihat keberadaan beruang madu (Sun Bear), tringgiling (Pangolin) serta beberapa ekor kucing liar. Hal itu membuat mereka kagum akan keanekaragaman flora dan fauna di Sumatera.

Dalam waktu dekat,Richard Storey dan Ruth Yap berjanji akan mensuport kegiatan Sumatran Tiger Ranger (STR) dalam upaya perlindungan Harimau Sumatera dan habitatnya.(mh)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI