Mengaku dapat Bisikan Gaib, Kelompok Aliran Sesat Bantai Sendiri Anggota Keluarganya

| Rabu, 06 Juni 2018 | 09.30 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Tiga anggota aliran sesat di Madina yang menghabisi tiga anggota keluarga mereka. Foto: Ist
Mediaapakabar.com - Tiga orang warga yang ditengarai sedang menuntut ilmu hitam tega membunuh anggota keluarganya masing-masing. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Madina.

Rangkaian pembunuhan ini terjadi saat rombongan keluarga ini dalam perjalanan "mengungsi" ke perbukitan, karena mendapat bisikan gaib akan ada bencana pada 15 Ramadan.

"Mereka itu, si M Cs mendapat bisikan akan ada bencana di kampungnya pergike gunung," kata Kapolres Madina, AKBP Irsan Sinuhaji, Selasa (5/5).

Rombongan yang "mengungsi" tersebut berjumlah 10 orang. Dalam perjalanan, M berulang kali mendapat bisikan gaib lagi, sehingga memerintahkan untuk menghabisi tiga anggota keluarganya.
"Rangkaian pembunuhan itu terjadi selama proses mengungsi ini," jelas Irsan seperti yang dikutip dari Rmol Sumut.

Rangkaian pembunuhan ini sempat menggegerkan warga Desa Muara Bangko, Ranto Baek, Madina. Awalnya, pada Kamis (31/5), mereka dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa busana di perkebunan sawit. Korban berusia 26 tahun.

Keesokan harinya, warga menemukan jenazah Dedi (16). Lokasi penemuannya tak jauh dari korban pertama.

Empat anggota rombongan ini merasa tidak sepaham dengan aksi pembunuhan itu. Mereka melarikan diri dan melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar.

Warga kemudian sempat menangkap seorang pelaku yang membunuh kedua korban. Berdasarkan pengakuannya, masih ada satu korban lagi, yakni Tiara, bayi berusia 6 bulan.

Bayi itu dihanyutkan ke Sungai Batang Bangko. Mayatnya ditemukan dalam keadaan rusak, Minggu (3/6).

Satuan Reskrim Polres Mandailing Natal kemudian bergerak cepat. Mereka menangkap 2 pelaku pembunuhan lainnya.


Dalam perkara pembunuhan ini, A alias M, B, dan Mk dijerat dengan Pasal 338 jo Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Madina. Untuk sementara, penyidik menduga M merupakan pimpinan dari kelompok ini. "M inilah kepala gengnya," kata Irsan. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI