Korban Selamat KM Sinar Bangun Ternyata Berjumlah 24 Orang, Ada yang Tak Melapor

| Selasa, 26 Juni 2018 | 22.09 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Hosna Juliana Br Purba menciumi dan memeluki anaknya yang berhasil selamat dalam musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba Rabu, (20/6/2018). Foto: Tribun Medan
Mediaapakabar.com - Tim gabungan pencarian korban KM Sinar Bangun memperbarui daftar korban sesuai hasil verifikasi, Senin (25/6/2018).

Ketua Tim Pencarian Budiawan mengungkapkan, berdasar hasil verifikasi 24 korban KM Sinar Bangun telah ditemukan.
Rinciannya 21 penumpang selamat termasuk nakhoda, dan tiga orang meninggal dunia. Sementara, 164 korban masih dalam pencarian.
Walau demikian, data ini bukan berarti ada temuan terbaru. Namun ada perubahan karena penyesuaian berdasarkan data di dua posko berbeda, di Simanindo, Kabupaten Samosir sebagai tempat pemberangkatan kapal dan di Tigaras, Kabupaten Simalungun, sebagai tujuan sandar kapal.
"Data korban ditemukan 24 orang termasuk ABK (anak buah kapal). Tiga meninggal dunia. Sementara, hasil koordinasi 164 masih hilang," ujarnya saat memberi rilis di depan Posko Basarnas di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, kemarin. 
Seperti yang dilansir Tribun Medan, KM Sinar Bangun tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin lalu.
Awal disebut-sebut korban hilang 184 orang. Namun, setelah melalui tahap verifikasi korban hilang diperkirakan 164 orang. Demikian juga menyangkut korban selamat, semula disebut 19 orang, kini menjadi 21. Adapun korban meninggal yang berhasil ditemukan tetap 3 orang.
Menurut Budiawan, yang juga Kepala Basarnas Medan, jumlah korban hilang berkurang, karena ada data, yang dilaporkan di Samosir dan Simalungun.
"Kesepakatan hasil verifikasi ada nama yang ganda, yang lapor di Samosir dan lapor kembali di Simalungun. Ada juga yang selamat, tapi tidak melapor. Maka kita lakukan verifikasi, dan dapat angka 164," katanya.
Sementara penambahan jumlah korban selamat, yang sebelumnya 19 menjadi 21, Kanit Reskrim Polres Samosir Ipda Edy Syahputra mengungkapkan, dua ABK plus seorang nahkoda masuk dalam daftar tersebut.
"Ada tiga orang petugas kapal yang masih hidup. Mereka ikut dalam kapal KM Sinar Bangun. Dua orang sudah diamankan. Satu lagi masih dalam pencarian, tapi selamat," ujarnya.
Edy menjelaskan, ada empat petugas kapal, yakni Tua Sagala (nakhoda), Jepanya Aritonang, Jaya Sidauruk, dan Rider Malau (masih dalam pencarian). Dari empat tersebut, tiga dipastikan dalam keadaan selamat, dan satu orang Jaya, masuk daftar korban hilang.
"Rider Malau alias Gundul ini selamat dan berada di Samosir. Kami sedang melakukan pengejaran," ujarnya di Posko Bencana Tigaras, Senin.
Sementara terkait nakhoda kapal sudah diperiksa di Polda Sumut. Lalu satu ABK atas nama Jepana Aritonang menyerahkan diri ke Polres Samosir. "Satu lagi ABK atas nama Jaya Sidauruk masuk dalam korban hilang," katanya.
Edy juga menjelaskan nakhoda kapal merupakan pemilik KM Sinar Bangun 4, 5, dan 6. "Mereka adik-abang memiliki perusahaan kapal ini. Yang sedang dicari ini memang KM Sinar Bangun 6," ungkapnya. (AS)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI