Komunikasi Terakhir Rika Karina: Mak, Aku Pulang Nanti, Lebaran Malam Takbiran

| Kamis, 07 Juni 2018 | 09.50 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Jasad dalam kardus yang diikat diatas sepeda motor adalah Rika Karina. Foto: Ist
Mediaapakabar.com - Penemuan mayat Rika Karina di Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, dalam kondisi dibungkus kardus, memunculkan kesedihan yang sangat mendalam.

Ayah korban, Muhammad Sahuri, mengakui anaknya sosok yang tertutup dan jarang datang ke rumah.
"Memang dia agak tertutup orangnya. Terakhir kami jumpa Jumat (27/4/2018). Kemarin itu, saya ngantar dia ke Amplas untuk berangkat kerja. Setelah itu, dia naik angkot ke tempat kerjanya. Setelah itu, enggak pernah jumpa lagi, komunikasi pun jarang," katanya saat ditemui di kediamannya di Jalan Tangguk Bongkar, Gang Ikhlas, Mandala, Medan Denai, Kota Medan.
Seakan tak percaya, ibunda Rika, Sarinah mengungkapkan anaknya tersebut adalah sosok yang baik.
''Walaupun kemarin bulan April, dia bilang sama saya mau dilamar pacarnya orang Padang. Tapi, kubilang, 'ya sudah baik-baik ya' itu kubilang sama dia," ucapnya dengan mengeluarkan air mata seperti yang dilansir Tribun Medan.
Wanita yang berjilbab warna abu-abu tersebut, bahwa anaknya tersebut akan pulang ke rumah saat malam takbiran nanti.
"Setelah itu, katanya sama ku, 'Mak, aku pulang nanti, lebaran pada malam takbiran'. Ya sudah, 'Rika sudah makan belum' gitu kubilang sama dia," ucapnya.
Setelah berkomunikasi pada bulan April kemarin, Sarinah dan Sahuri tidak pernah lagi komunikasi dengan anaknya tersebut.
"Setelah itulah, enggak ada komunikasi lagi. Memang anakku ini, agak tertutup, apalagi soal hubungannya sama orang lain. Agak pendiam orangnya," ucapnya.
Sarinah ibu Rika Karina tak kuasa menahan tangis, dia terlihat lemas tahu anak keduanya telah pergi untuk selamanya
Sarinah ibu Rika Karina tak kuasa menahan tangis, dia terlihat lemas tahu anak keduanya telah pergi untuk selamanya. Foto: Tribun Medan
Sembari menangis, Sarinah pun tidak memiliki pertanda bahwa anaknya tersebut sudah meninggal dengan kondisi mengenaskan.
"Enggak ada pertanda. Semua baik-baik saja menurut kami. Tiba-tiba tadi pagi dapat kabar, anak kami ditemukan meninggal di kardus. Itu membuat saya sangat terpukul. Sampai sekarang saya enggak selera makan sama sekali," ujarnya sembari menutup wajahnya dengan menangis.
Anak kedua dari pasangan Muhammad Sahuri dan Sarinah, akhirnya dimakamkan di Tempat Pekan Umum Perjuangan. Orangtuanya berharap agar polisi segera menemukan pelaku pembunuhan tersebut.
"Saya berharap sekali. Dia anak yang baik. Walaupun kami jarang komunikasi akhir-akhir ini. Apalagi masalah pacar agak tertutup," tambahnya.
Saksi mata penemuan jasad di Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1 Kota Medan sempat dibuat merinding ketiga melihat kardus popok bayi teronggok begitu saja di jalan tanpa pemilik.
Berawal dari kecurigaan Darwis penjual martabak saat pulang membeli makanan, karena di rumahnya sudah tidak ada lauk tersisa untuk dimakan.
Darwis penasaran dengan kondisi sepeda motor ditinggal begitu saja oleh pemiliknya. Sementara itu di atas sepeda motor terdapat kardus sepertinya ada sesuatu di dalamnya.
Dia tidak mengira kalau di dalam ada sosok jasad manusia. Bersama warga lainnya mereka pun membongkar isi kardus tersebut.
"Terkejut saat tau itu mayat. Nggak saya sudah lega mayatnya sudah diproses," kata Darwis yang dihubungi Tribun-Medan.com melalui seluler, Rabu (6/6/2018).
Darwis mengaku tidak takut dan tidak merasa dihantui terhadap sosok yang dijumpainya dini hari pukul 02.00 Wib tersebut.
Menurutnya sebagai muslim sudah seharusnya membantu orang lain kendati sudah tidak bernyawa.
Dia mengaku sudah lega kalau sosok yang dijumpainya itu sudah bertemu dengan keluarganya dan 
Darwis menilai jasad tersebut masih belum berbau ketika kardusnya dibuka. Namun bercak darah mulai tampak saat isi kardus dibuka.
Dia mengatakan kalau ditemukan STNK di dalam sepeda motor yang mereka temukan, namun dia mengaku tidak mengetahui siapa pemiliknya.
Belakangan diketahui kalau korban membawa sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi BK 5875 ABM, yang merupakan milik Toni yang tidak lain adalah sepupu korban.
Saat itu polisi sudah langsung mengambil jasad Rika untuk diautopsi.
Jasad Rika terbungkus kardus di atas motor ditemukan tepat di samping Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Ampera, Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Rabu (6/6/2018) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Menurut Darwis saksi penjual martabak saat itu dia bersama Khairul temannya melintas di sekitar TKP.
Mereka melihat sepeda motor Honda Scoopy BK 5875 ABM dalam kondisi mesin mati dan lampu tetap menyala tanpa pengendara.
Kedua saksi mendekat untuk melihat sepeda motor tersebut sambil mencari keberadaan pengendaranya. Namun mereka tidak menemukannya.
Mereka lantas mencurigai adanya barang bawaan berupa kardus warna kuning. Karena tidak berani membukanya, kedua saksi lalu menghubungi Kepala Lingkungan (Kepling) IV Sei Agul.
Mendapat laporan tersebut, Kepling IV Sei Agul menyuruh warganya untuk segera menghubungi pihak kepolisian Polsek Medan Barat.
Tak lama berselang, anggota piket Reskrim Polsek Medan Baratturun ke TKP. Lalu sesampai di TKP, polisi membuka sebagian bungkusan tersebut.
Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan setelah sebagian kardus terbuka, polisi melihat adanya bentuk tangan dan kaki dari manusia yang seperti terlipat.
Saat bungkusan tas dibuka, kondisi mayat wanita tanpa identitas, mengenakan tank top berwarna hitam dan celana dalam berwarna merah maroon.
"Polisi langsung membawa mayat ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi," kata Tatan, Rabu (6/6/2018).
"Dugaan kita sementara mayat ini korban pembunuhan. Karena di leher korban ada luka tusukan benda tajam serta di tangan kiri mengalami luka cobel seperti akibat benda tajam," sambungnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI