Kapten Feri Penyebrangan Enggan Turunkan Sekoci Tolong Korban KM Sinar Bangun

| Jumat, 22 Juni 2018 | 14.09 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Penampakan korban terombang ambing di perairan dari KMP Sumut II. Foto: Ist
Mediaapakabar.com - Viral video Feri Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Sumut II berpapasan dengan penumpang KM Sinar Bangun yang terombang-ambing di tengah danau, ternyata hanya bisa menyelamatkan tiga orang.


Selebihnya, dia tega meninggalkan belasan penumpang lainnya yang tengah berjuang untuk selamat usai kapal Sinar Bangun tenggelam.
Padahal sekian banyak manusia yang terombang-ambing itu, mereka berharap untuk ditolong saat terapung di perairan Danau Toba.
Keluarga korban kapal tenggelam mengecam sikap kapten kapal feri KMP Sumut II yang tega meninggalkan para korban kapal KM Sinar Bangun yang terombang-ambing di air danau minta tolong.
Apa alasan sang kapten KMP Sumut II Dony Silalahi tega melakukannya?
Kepada wartawan di Simanindo, Kamis (21/6/2018) mengatakan dapat mengerti perasaan keluarga korban kepada dirinya, namun dia pun meminta posisinya bisa dimengerti saat itu.
"Saya meninggalkan para korban karena situasi pada saat itu cuaca sedang buruk dan saya sebagai kapten kapal merasa punya tanggungjawab juga untuk menyelamatkan penumpang yang saya bawa," kata Doni Silalahi.
Foto Jetro Sirait.Doni Silalahi
Apalagi, saat itu, menurut Doni lagi, penumpangnya juga sudah banyak yang pingsan, dan cuaca bertambah buruk.
"Saya tidak mau korban bertambah banyak melihat situasi ini. Jadi saya mengambil keputusan untuk mengantarkan penumpang yang saya bawa ke pelabuhan. Itupun setelah saya berkoordinasi dengan KMP Sumut I melalui radio yang segera datang ke lokasi kejadian untuk menyelamatkan para korban," ucap Doni.
Masih kata Dodi, korban yang dapat mereka selamatkan saat itu hanya tiga orang. "Ya kami hanya bisa selamatkan tiga orang."
Foto Dony Silalahi.
Doni saat mengoperasikan kapal penyeberangan yang sudah menjadi pekerjaannya
Saat ditanya kenapa tidak menurunkan sekoci yang ada di kapal, Doni mengatakan percuma itu akan sia-sia sebab cuaca sangat buruk dan tidak ada waktu untuk menurunkan nya.
Banyak netizen yang mengecam Dodi Max Silalahi, mereka menganggap kapten kapal KMP Sumut II tidak punya hati, karena meninggalkan korban tenggelam di Danau Toba.
"Seorang nahkoda yg tak punya hati nurani. Masih bisakah anda bernafas dengan tenang setelah meninggalkan para korban yg menjerit minta tolong yg seharusnya masih bisa tertolong??TERLALU SADIS...," kata Yulia Nainggolan seorang netizen di Facebook.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI