Edy Rahmayadi Pugar Makam Sultan Serdang yang Lama Terbengkalai

| Selasa, 12 Juni 2018 | 14.43 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Edy Rahmayadi saat berdoa di makam Sultan Serdang. Foto: Ist
Mediaapakabar.com - Usai bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Partai Golkar dan masyarakat Deliserdang di Kecamatan Batang Kuis, Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengunjungi Masjid Jamik Sultan Sinar peninggalan Sultan Serdang di KP. Besar Serdang Kec Beringin, Senin (11/06/2018).

Setelah menunaikan Shalat Ashar berjamaah Edy Rahmayadi yang didampingi Sultan Serdang Tengku Ahmad Thala’a yang jarakanya tidak begitu jauh dari keberdaan Masjid Jamik Sultan Sinar. Namun setibanya di komplek pemakaman betapa terkejut Edy melihat kondisi makam yang kurang terawat.

Sesekali keningnya berkerut seakan tak percaya makam salah satu leluhur masyarakat Melayu ini kondisinya cukup memprihatinkan.

Termasuk melihat keberadaan makam Sultan Serdang 1 yang kondisi terbengkalai layaknya puing-puing bangunan yang runtuh.

Meskipun sempat diingatkan ada ular Cobra yang biasanya berada disekitar makam itu, mantan Pangkostrad ini tetap melanjutkan langkahnya ke makam yang letaknya berada di pojok komplek pemakamam.

Walau terdengar samar di makam yang diakui masyarakat sebagai makam Sultan Serdang Pertama, Edy membacakan surat Al fatihah, Al Ikhlas, An Nas, dan Al Falaq.

Berbeda dengan kondisi makam Sultan Serdang pertama, makam sultan Serdang 2, 3 dan 4 telah dibangun Kanopi dengan arsitektur Melayu.

Hanya saja untuk bangunan makam ini masih belum memiliki keramik layaknya makam para Sultan yang merupakan raja di masanya.

Ironisnya lagi komplek pemakaman terkesan kumuh dan banyak ditumbuhi rerumputan dan pohon pisang. Bahkan katanya selama ini lahan yang dulunya banyak terdapat makam-makam di sekitar makam para Sultan menjadi Sawah dan ditanami padi.

“Atas ijin Sultan Serdang saya akan membantu pembangunan makam ini. ini adalah makam Sultan, leluhur kita. Kalau sampailah kondisinya tak terawat betapa sedihnya kita. Bagaimanalah kita bisa hidup bermartabat kalau kita mengabaikan makam Sultan dan leluhur kita, “ujar Edy.

Edy pun sempat mempertanyakan peran pemerintah terhadap keberadaan makam tersebut. Menurut informasi bahwa bangunan kanopi dan juga jalan masuk yang terlihat baru dibangun merupakan pembangunan dari Dinas Pariwisata Deliserdang.

“Makanya nanti akan kita tanyakan sama Dinas Pariwisata mana saja yang masuk pekerjaan mereka. Biar nanti disinkronkan dengan bantuan pak Edy,” ujar Ahmad Thala’a.

Dalam kesempatan tersebut Ahmad Thala’a mengaku sangat bangga atas kepedulian yang ditunjukan Edy Rahmayadi terhadap peninggalan kebudayaan Melayu termasuk juga para makam Sultan.

“Kita berdoa dengan terpilihnya Pak Edy Pak Ijeck sebagai pemimpin Sumut keperdulian beliau terhadap pelestarian budaya dan peninggalan sejarah seperti ini akan sangat diperlukan,”ujarnya. (rel)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI