DVI Polri Siapkan Kontainer Pengawet Jenazah Para Korban Tenggelam KM Sinar Bangun

| Sabtu, 30 Juni 2018 | 11.06 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Tim Basarnas saat melakukan pencarian korban kapal tenggelam di Danau Toba. Foto: Tempo.co
Mediaapakabar.com Hari ini, Sabtu (30/6/2018) memasuki hari ke-13 pencarian bangkai KM Sinar Bangun dan  ratusan penumpang, yang hilang di Danau Toba. 

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Pol Setyo Wasisto sebelumnya menyatakan, kepolisian terus membantu proses pencarian dan evakuasi.
KM Sinar Bangun siap ditarik ke permukaan Danau Toba. Rencananya, penarikan akan dilakukan hari ini.
Kemarin, Tim Gabungan Basarnas masih memiliki kendala terkait tali penarik yang ada terlalu kecil.
Badan KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara telah ditemukan. Selain itu, ditemukan pula sejumlah sepeda motor, tali-tali, dan jasad-jasad korban penumpang kapal tersebut.
Proses tersebut dikomandoi oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas.
"Kita bagian dari SAR, bagian dari Basarnas. Ada yang namanya commander of location itu Basarnas," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta seperti yang dilansir Tribunnews.com, Jumat (29/6/2018).
Meskipun demikian, Polri telah menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) di lokasi. Tim DVI bertugas mengumpulkan data antemortem untuk keperluan identifikasi korban. "DVI kita pasti (membantu), untuk membantu antemortem," sebut Setyo.
Selain itu, tim DVI juga telah menyiapkan sejumlah kontainer untuk mengawetkan jenazah para korban. Jenazah para korban tidak dibawa ke RS Polri Jakarta, namun diidentifikasi di posko yang telah disiapkan di lokasi.
Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi membenarkan pihaknya menemukan indikasi obyek yang diyakini bagian dari Kapal Motor Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba beberapa waktu lalu. Obyek itu ditemukan di kedalaman 450 meter.
"Betul, kami menemukan indikasi adanya obyek di dasar danau di kedalaman 450 meter itu," ujar Syaugi.
Selain itu, Syaugi juga mengungkapkan pihaknya menemukan sejumlah motor, tali-tali, jasad-jasad korban, hingga kursi-kursi kapal. Ia berterima kasih atas bantuan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memiliki remotely operated vehicle (ROV) yang mampu bergerak hingga kedalaman 1.000 meter.
Penarikan kapal
KM Sinar Bangun siap ditarik ke permukaan Danau Toba. Rencananya, penarikan akan dilakukan hari ini, Sabtu (30/6/2018). 
Kemarin, Tim Gabungan Basarnas masih memiliki kendala terkait tali penarik yang ada terlalu kecil. Tim membutuhkan tali yang lebih besar, sekaligus juga mendatangkan robot khusus dari Singapura.
Proses pencarian sudah memasuki hari ke-13, Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Brigadir Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto usai melakukan pencarian memastikan posisi mayat belum ada berubah.
Nugroho mengatakan posisi mayat ada yang telentang dan tengkurap. Begitu juga dengan sepeda motor dan material kapal.   
Untuk posisi jenazah berada di kedalaman 450 meter. 
Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun
Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun.
Sementara untuk kapal berada di kedalaman 420 meter dengan suhu sangat dingin.
"Suhu di bawah sangat dingin. Yang jelas jenazah tidak membusuk," ujarnya saat memberikan hasil pencarian hari ke12, kemarin  di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun.
Nugroho menyampaikan saat ini telah berhasil mengkait kapal dengan tali kecil menggunakan robot penyelam Remotely Operated Vehicle (ROV).
Robot ROV menyelam ke dasar danau hanya bisa mengambil visual korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun
Robot ROV menyelam ke dasar danau hanya bisa mengambil visual korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun
Kemungkinan, besok (Sabtu, hari ini) pihaknya akan mencoba mengkaitkan dengan tali dengan ukuran besar.
"Tadi sudah berusaha mengkaitkan tali di kapal itu. Kita mulai tali-tali yang kecil dulu. Baru kita tarik dengan tali yang besar. Mudah-mudahan tali besar bisa masuk. Kita berusaha satu-satu dulu. Kalau cuaca bagus malam ini kita kerjakan," tambahnya.
Selain itu pencarian akan menggunakan robot yang mampu melakukam pemotongan dan pangangkatan benda atau pun mayat.
Suhu Dingin Jenazah lebih awet
Terkait waktu, Basarnas belum menentukan sampai kapan pencarian akan dilakukan.
Dijelaskanya, posisi jenazah di dasar danau ada yang tengkurap dan terlentang. Suhu dibawah, menurutnya kategori dingin sehingga jenazah bisa lebih awet.
Sampai hari ini jenazah yang terlihat di luar kapal 10 mayat. Sementara jenazah yang di dalam kapal belum terjangkau.
Diperkirakan, kapal masih dalam kondisi seperti semula, dan korban yang mengalami pembekuan sehingga tidak mengambang, berserak di sekitarnya.
"Sementara ini kita berdayakan dan maksimalkan ROV dan trawl (jaring pukat)," kata Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan SAR, Brigjen TNI Nugroho Budi W, Jumat, di Posko Basarnas di Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI