Dituduh Lakukan Serangan Fajar Sebelum Pencoblosan, Berikut Komentar Syamsul Arifin

| Selasa, 26 Juni 2018 | 20.50 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Syamsul Arifin. Foto: Ist
Mediaapakabar.com - Tokoh masyarakat yang juga menjabat Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia, Syamsul Arifin memberikan keterangan terkait sembako bergambar dirinya di Jalan Puri Gang Buntu Kelurahan, Kelurahan Kota Matsum, Kecamatan Medan Area. 

Syamsul menepis semua isu yang beredar yang mengaitkan pembagian sembako olehnya terkait Pilgub Sumut.
Ia mengatakan acara halalbihalal tersebut telah dilakukannya setiap tahun.
Sembako bergambar Syamsul Arifin yang diamankan warga. Diduga warga sembako ini bentuk serangan fajar.
Sembako bergambar Syamsul Arifin yang diamankan warga. Diduga warga sembako ini bentuk serangan fajar.

"Ini sudah tradisi setiap tahun, dahulu aman-aman saja, sekarang juga begitu, kalau dibilang kampanye orang tidak ada satu pun gambar paslon serta penyampaian visi misi kok," ujar Syamsul Arifin seperti yang dilansir Tribun Medan, Selasa (26/6/2018).
Menurut Syamsul lokasi acara tersebut merupakan tempat masa kecilnya dan wilayah yang tak asing baginya.
"Saya bukan paslon, kenapa harus dikaitkan-kaitkan. Saya tidak terdaftar di timses mana pun, ada-ada aja itu," ungkap mantan Gubernur Sumut ini.
Padahal, kata Syamsul saat ini ia sedang bersilaturahmi di Desa Timbang Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat.
Menurut Syamsul, hal itu juga pernah terjadi pada acara yang diselenggarakannya baru-baru ini.
"Saat akan mengadakan silaturahmi dengan pedagang asongan, abang becak, para sopir, dan pedagang pasar kami dibatalkan sepihak oleh penyelenggara," katanya.
Terkait langkah selanjutnya, Syamsul mengaku akan mempelajari lebih lanjut siapa dalang di balik peristiwa tersebut.
"Isu hoaks yang beredar akan kita adukan ke pihak berwajib," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, sehari menjelang pemilihan umum calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, warga Jalan Puri, Medan, dihebohkan dengan temuan empat pelaku yang diduga melakukan serangan fajar berupa pembagian sembako, Selasa (26/6/2018).
Truk Colt Diesel berwarna kuning dengan nomor polisi BK 8327 XP, bermuatan lima ton beras, puluhan kilo gula dan minyak goreng, diamankan.
Salah satu dari keempat pelaku diduga merupakan anggota KPPS 1 Komat dua Kecamatan Medan Area.
Keempatnya dibawa warga menuju Kantor Panwaslih Medan.
Informasi yang dihimpun, beras tersebut diturunkan ke rumah Edi Tahir warga Jalan Puri Gang Sawo, Kecamatan Medan Area.
Warga setempat Heru (44) mengatakan, bahwa pembagian sembako bergambar Syamsul Arifin itu diduga untuk mengarahkan warga ke calon tertentu. 
Pasalnya, semua orang sudah tahu ke arah mana dukungan Syamsul Arifin pada Pilgub Sumut 2018.
"Kami berhasil mengamankan empat orang, di mana supir, orang yang menerima barang dan dua orang yang bertugas mengangkutsembako. Keempatnya kami boyong ke kantor Panwas Medan," ujarnya, Selasa (26/6/2018).
Sementara, sembako yang sempat turun ke rumah Edi Tahir diangkut kembali ke dalam truk. Di luar bungkusan plastik terdapat foto Syamsul Arifin. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI