Warga Geger Ditemukan Mayat Tanpa Busana Diduga Korban Pembunuhan di Simalungun

| Kamis, 31 Mei 2018 | 15.50 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Ilustrasi
Mediaapakabar.com - Warga Blok 11 Afd V PTPN IV Mayang Nagori Parbutaran Kec Bosar Maligas Kabupaten Simalungun, digegerkan penemuan mayat seorang laki-laki.


Mayat yang ditemukan diduga merupakan korban pembunuhan. Karena kondisi mayat yang tanpa menggunakan sehelai pakaian apapun tergeletak di atas rumput dan ditindih oleh sebuah pelepah sawit.
Kejadian tersebut tepatnya terjadi di Blok 11 Afd V PTPN IV Mayang Nagori Parbutaran di Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun, Selasa (29/5/2018) sekitar pukul 20.00 WIB.
Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Bosar Maligas bersama anggota menuju ke lokasi kejadian, untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan korban pembunuhan.
Seperti yang dilansir Tribun Medan, Kapolsek Bosar Maligas AKP Rahidin Siregar mengatakan, kondisi jasadnya penuh dengan luka-luka, yang mana dahi koyak, mata sebelah kiri pecah, bibir atas pecah, kepala belakang luka bacok segi empat.
Pada bagian lutut kanan dan kiri luka lecet, pada bagian dada bekas pukulan pelepah kelapa sawit serta duri-duri masih menempel.
"Setelah kami lakukan penyelidikan adapun Ciri-ciri korban, wajah oval, rambut hitam lurus, tinggi kurang lebih 165 cm, kulit kuning langsat. Motip dan indentitas korban serta pelaku dalam lidik," ujarnya, Rabu (30/5/2018).
Tidak jauh dari lokasi, polisi menemukan satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih tanpa Nomor Polisi dengan Nomor Rangka MH1JFUUU112EK314641 di Blok 104 Pasar Bundar Afd V Mayang tahun tanam 2012.
"Tidak jauh dari lokasi, kami menemukan sepeda motor. Jarak korban ke sepeda motor lebih kurang 2 Km, setelah di periksa di dalam bagasi sepeda motor tersebut terdapat satu bungkus roti donat dan satu buah pisau belati," tambah Kapolsek Bosar Maligas AKP Rahidin Siregar.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi berhasil amankan satu unit sepeda motor putih tanpa Nomor Polisi dengan Nomor Rangka MH1JFUUU112EK314641. Tiga batang potongan pelepah kelapa sawit yang diduga sebagai alat yang digunakan untuk menganiaya korban. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI