Tito Ungkap Pelaku Ledakan Gereja,Menggunakan Tiga Jenis Bom Berbeda

| Minggu, 13 Mei 2018 | 20.29 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Sejumlah sepeda motor terbakar sesaat setelah terjadi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/HO/HUMAS PEMKOT-Andy Pinaria)
Mediaapakabar.com--Turut hadir dalam konferensi pers Presiden Indonesia Joko Widodo di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan terduga pelaku ledakan gereja menggunakan tiga jenis bom yang berbeda.

Tito menjelaskan kalau pelaku di Gereja Santa Maria Tak Bercela membawa bom dengan cara dipangku di atas motor yang ditumpangi dua orang laki-laki.

Berselang lima menit kemudian, tiga pelaku lainnya (diduga satu ibu dan dua anak perempuan) datang ke Gereja GKI dan membawa bom yang diikat ke pinggang.

Berselang lima menit lagi, satu pelaku laki-laki meledakkan bom di Gereja Pantekosta yang dibawanya di dalam mobil. 

Daya ledak bom di Gereja Pantekosta merupakan yang terbesar di antara ketiga ledakan.

"Pelaku ini diduga satu keluarga yang melakukan serangan. Dari tadi pagi, tim alhamdulillah sudah [melakukan investigasi]," kata Tito.

"Bisa mengetahui bom diikatkan ke pinggang karena tubuh korban terduga pelaku rusak di bagian perut," lanjutnya.

Sebelum Tito, Jokowi telah mengatakan bahwa dirinya mengutuk keras aksi ledakan bom di tiga gereja di Surabaya.

Jokowi bahkan menyebut kalau aksi tersebut "sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan."

"Korbannya anggota masyarakat, polri, dan anak-anak yang tak berdosa. Pelaku menggunakan dua anak berusia di bawah umur," kata Jokowi.

"Terorisme adalah kejahatan terhadap manusia dan tak ada kaitan dgn agama mana pun," lanjutnya.(cnn)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI