Satpam Bank Dan Pilot Garuda Yang Dinonaktif Ini Ditangkap Terkait Postingan Tragedi Bom Surabaya

| Minggu, 20 Mei 2018 | 18.45 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
satpam saat diamankan pihak polsek serbelawan
Mediaapakabar.com--Polisi Sektor serbelawan, Polres Simalungun menangkap,Seorang oknum satpam di salah satu bank milik pemerintah daerah , Jumat (18/5/2018) siang. 

Sedangkan oknum pilot garuda Indonesia berinisial OGT dinonaktifkan. Mereka sama-sama memosting hoax yang mengundang ujaran kebencian SARA terkait tragedi bom Surabaya.

Postingan kedua orang ini pun sempat ramai diperbincangkan netizen. Terkait penangkapan oknum satpam Dedek Andika Dalimunthe (DAD) tersebut, ia diamankan setelah menuliskan status di akun facebooknya terkait hoax. Sebelum dinonaktifkan olehnya, dalam postingannya terkait hoax bukan hanya pertama kalai ini saja.

Postingan terakhirnya di facebook hingga mengantarkannya ke kantor polisi adalah: “Di Indonesia tidak ada teroris, itu hanya fiksi, pengalihan isu.” Penangkapan oknum satpam ini pun dibenarkan oleh Kapolsek serbelawan. “DAD diamankan dari rumahnya tadi, pas mau berangkat kerja sebagai satpam, masuk siang. Orang ini tiga kali aplusan,” kata Kapolsek serbelawan AKP Leston Siregar.

DAD mengakui postingan status di facebooknya.  Ia memosting Kamis (17/5/2018) malam sekira pukul 22.00 Wib dari rumahnya di Jalan Karya Bakti dengan menggunakan handphone jenis ASUS warna Silver.

“Amar Alsyah Dalimunthe alias Dedek sudah kami amankan dan setelah diinterogasi mengakui membuat postingan status di FB-nya. Dedek sudah kami serahkan ke penyidik Satuan Reskrim Polres Simalungun untuk diproses lebih lanjut,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan bersama Kasat Reskrim, AKP Poltak Simbolon dan Kanit Jahtanras Iptu M Zikri langsung turun ke Mapolsek Serbelawan.  AKBP Marudut Liberty Panjaitan tampak berbincang dengan DAD di ruang penyidik Hingga saat ini, oknum satpam asal Rantau Parapat yang tinggal di Serbelawan bersama istrinya itu masih dalam tahap pemeriksaan di Mapolsek Serbelawan, Polres Simalungun. Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan saat berbincang dengan Amar Alsyah Dalimunthe alias Dedek Andika Dalimunthe (DAD) di Mapolsek Serbelawan, Jumat (18/5/2018) | Facebook.com.

Pilot Garuda Dinonaktifkan Terkait postingan hoax soal tragedi bom Surabaya, Manajemen Garuda Indonesia juga secara resmi menonaktifkan oknum pilot mereka yang diduga mem-posting pemberitaan tertentu mengenai terorisme, beberapa waktu lalu. Keputusan penonaktifan tersebut dilakukan manajemen pada Jumat (18/5/2018) kemarin.

“Selanjutnya, oknum pilot tersebut akan kami investigasi lebih lanjut tentang apakah hal tersebut benar dan perihal motif serta latar belakang terkait postingan di media sosial tersebut,” kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono yang dilansir dari Kompas.com, Sabtu (19/5/2018).

Selain menyelidiki seputar postingan yang dimaksud, Garuda Indonesia juga mencari tahu lebih lanjut apa hubungan antara oknum pilot itu dengan seorang perempuan yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial. jika didapati bukti yang memadai, Hengki memastikan manajemen akan menindaknya sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

“Kami pastikan pilot tersebut akan ditindak sesuai kebijakan perusahaan, sekiranya ditemukan indikasi terkait perilaku menyimpang atau pelanggaran etika,” tutur Hengki. Hengki turut menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut yang berdampak pada ketidaknyamanan di masyarakat. Dia memastikan, pihaknya akan terus memantau perilaku pegawainya dan terus mengingatkan untuk mengedepankan etika dan prinsip kehati-hatian berkaitan dengan posting-an di media sosial, terutama yang menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan.

Oknum pilot dengan inisial OGT ini sebelumnya ramai diperbincangkan atas komentarnya terhadap peristiwa bom di Surabaya. OGT, melalui posting-an di media sosial Facebook miliknya, menilai bom Surabaya merupakan rekayasa dan ada aktor lain di balik para pelaku yang telah diungkap pihak kepolisian.
Selain postingannya, juga menulis komentar “dudududuuuuu” pada postingan status facebook Sofyan. Sofyan menyebut keluarga Dita, pelaku bom bunuh diri di Surabaya, sebagai korban.

Berikut status Sofyan yang dibagikan dan dikomentari oleh OGT: “Terkuak sudah kebenarannya, media asing lebih jujur daripada media lokal sendiri. Pelaku bom bunuh diri ternyata tidak pernah ke Syuria, dan pelaku ini dijebak diminta mengantarkan paket ke 3 gereja disurabaya, supaya lebih cepat sampai ke 3 lokasi karena akan dipakai oleh para jemaat gereja yg akan beribadah di hari minggu itu. Maka anaknya si ibu ini jga ikut mengantar ke lokasi yg berbeda, tpi ternyata dari belakang ada algojo yg sudah siap memencet remot kontrol utk meledakkan bom di lokasi2 tersebut, begitu pula Bom yg meledak di Mapolres surabaya, yg membawa Bom adalah seorang tukan ojek yg diminta membawa paket ke Mapolres tersebut dengan upah 100rbu. Sungguh cara yang BIA*** hanya demi Hausnya kekuasaan, Muslim yg menjadi kambing hitam.”
“Cuma Ingatin buat @indonesiaGaruda soal postingan Pilotnya yg membela aksi teror jika masih tidak diambil tindakan oleh managemen siap2 sepi penumpangnya karena sudah viral takut spt kasus Malaysia Airlines,” twit @kurawa.
Selain di Twitter, status OGT juga ramai di Facebook. Salah satu pengguna akun Facebook Jennifer Maroon ikut mengomentari soal komentar OGT ini:  “Dear manajemen Garuda Indonesia.. Benarkah ini salah satu pilot anda yang bernama OGT yang share muatan pro terorisme di medsosnya? (sblm dinon-aktifkan). Saya jadi waswas bila Garuda mempekerjakan seorang pilot Garuda dengan paradigma seperti ini.” (rel)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI