Polda Sumut: Polri Tidak Pernah Main-main dengan Narkoba

| Jumat, 04 Mei 2018 | 09.14 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan. Foto: Tribun Medan

Mediaapakabar.com - Polda Sumatera Utara (Sumut) menegaskan, jika institusi Polri memiliki komitmen penuh untuk memberantas narkoba di Indonesia.

Karenanya, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menampik segala tudingan yang menyatakan jika penyebab sulitnya narkoba diberantas di Indonesia khususnya di Provinsi Sumut, akibat mafia dan bandar narkoba dibeckingi oleh Polisi.

"Itu asal ngomong. Karena Polri tidak pernah main-main dengan narkoba," ungkapnya, Kamis (3/5/2018) saat disinggung mengenai pernyataan Ketua Dewan Penyantun Gerakan Anti Narkoba (GAN) Sumut, Kamaluddin Lubis yang menuding pemerintah berikut seluruh jajarannya merupakan penyebab utama tidak kunjung tuntasnya pemberantasan narkoba.

Seperti yang dilansir Medanbisnisdaily.com, MP Nainggolan menyatakan, bahwasanya Polisi tidak punya kepentingan apapun untuk membeckingi mafia dan bandar narkoba. Malah, sambung dia, dalam memberantas peredaran barang haram tersebut, Polisi sampai tidak segan-segan untuk menembak mati bandarnya, selain menangkap dan mengamankan barang bukti.

"Tahun 2018 ini saja sejak Januari hingga April, sudah ada 5 orang yang ditembak mati. Ini kan jelas karena Polri sudah komitmen untuk memberantas narkoba," jelasnya.

MP Nainggolan memaparkan, untuk Polda Sumut saja, pada tahun 2018 ini telah menangkap sebanyak 58 orang tersangka narkoba, dengan barang bukti 43.694,31 gram sabu, 75.000 gram ganja, dan 61.717 butir pil ekstasi.

Sedangkan pada tahun 2017, untuk kasus narkotika, dari sebanyak 5.897 Jumlah Tindak Pidana (JTP) yang ditangani Polda Sumut, jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (PTP) nya sebanyak 5.621 atau 95%.

"Jangan sembarang ngomong aja. Kita juga mau tahu kerja dia (Kamaluddin Lubis) sebagai ketua GAN apa. Jadi jangan saling menuding, kalau kita bekerja, ya bekerja saja. Jangan urus yang bukan urusan. Seharusnya sebagai Ketua Dewan Penyantun GAN dia membantu kami. Kalau saya tanya, apa yang sudah diperbuatnya selama setahun ini?," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Ketua Dewan Penyantun GAN Sumut, Kamaluddin Lubis menuding pemerintah berikut seluruh jajarannya merupakan penyebab utama tidak kunjung tuntasnya pemberantasan narkoba di Indonesia, khususnya di Sumut. Pemerintah dikatakan berternak alias memelihara bandar atau mafia narkoba.

"Pemerintah seperti jaksa dan kepolisian jadi backing bandar narkoba," kata Kamaluddin saat didaulat berbicara di Konferensi Masyarakat Anti Narkoba yang diselenggarakan GAN, di Hotel Emerald Garden, Medan.

Indonesia, ungkap Kamaluddin yang juga pengacara senior, merupakan negara aneh di dunia. Vonis hukuman mati kepada bandar narkoba yang sudah dua kali ditetapkan hakim tapi eksekusinya tidak kunjung dilaksanakan. Sang bandar sampai hari ini masih mendekam di Lapas Tanjung Gusta.

Hal itu disebutkannya sebagai salah satu bentuk tindakan pemerintah yang menyebabkan bandar narkoba terus bermunculan. Kamaluddin yang mendirikan GAN 20 tahun lalu itu mengaku progress pemberantasan narkoba di Sumut seperti tidak ada. Korban terus bergelimpangan.

"Saya siap ditangkap karena tuduhan itu. Tangkaplah sekarang," tantang Kamaluddin. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI