Perampok Taksi Online Ditangkap Polisi Saat Hendak Menjual Barang Hasil Curiannya

| Rabu, 30 Mei 2018 | 18.20 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Ilustrasi perampokan taksi online
Mediaapakabar.com - Pemuda berinisial FO gagal menjalani rasanya suka cita saat perayaan hari lebaran pada tahun 2018.

Sebab, pria berusia 20 tahun tersebut harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan merampok taksi online di kawasan Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu, 26 Mei 2018.

Dia ditangkap aparat Polsek Palmerah saat hendak barang hasil curiannya.

Kapolsek Palmerah, Komisaris Aryono seperti yang dilansir Kriminologi.id mengatakan sejak menerima laporan perampokan yang dialami sopir taksi online bernama Reja Indra, pihaknya baru menangkap seorang pelaku.

Sementara satu orang lainnya berinisial JK masih diburu polisi.

“Mereka sudah menyiapkan golok yang disembunyikan. Kemudian, mereka naik dari Tomang ke kawasan Jakarta Selatan. Tapi di tengah perjalanan, kedua pelaku minta diantarkan ke Kota Bambu, Palmerah, dengan alasan ingin pamit ke orang tuanya kalau mau pergi jauh,” kata Aryono di Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.

Lebih lanjut, Aryono menambahkan, ketika di lokasi sepi FO mengeluarkan goloknya. Dia menodongkannya ke leher korban sembari meminta meminta harta bendanya.

Karena ketakutan, akhirnya korban tanpa perlawanan menyerahkan barang berharga. Itu mulai dari uang, telepon seluler sampai ATM.

“Korban kemudian langsung melapor hari itu juga. Kami pun langsung memburu kedua pelaku,” ucap Aryono.

Kanit Reskrim Polsek Palmerah, Ajun Komisaris Afrizal, mengatakan setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya kemudian menyisir lokasi perampokan.

Saat itulah, Afrizal mendapati FO hendak menjual barang curian di kawasan Jakarta Barat. Tak menunggu waktu lama, FO langsung dibekuk.

"Pelaku ini hanya seorang diri menjual barang curian, temannya masih kami buru ya,” ucap Afrizal.

Afrizal menuturkan, FO telah mengakui perbuatannya. Dirinya nekat merampok karena hendak mengumpulkan uang untuk lebaran nanti. Rencananya, uang hasil kejahatan akan dikirimkan kepada orangtuanya.

"Selain itu, uang kejahatan bakal dikirimkan ke orangtuanya yang ada di kampung halaman," ujar Afrizal. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI