Jenderal Polisi Bagikan Video Seorang Bocah ISIS Dipasangi Bom yang Siap Diledakkan

| Senin, 21 Mei 2018 | 11.43 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Bocah bernama Udai dipasangi bom oleh pamannya. Foto@Againsterroriss
Mediaapakabar.comVideo yang diunggah 11 Bulan lalu oleh akun Facebook Againts Terrorism kembali viral oleh akun polisi Krisnha Murti.


Melalui akun Instagramnya @krisnha_murti91, ia kembali mengupload video anak kecil yang sempat viral tersebut.






Pada unggahannya tersebut Karomisinter Divhubinter Polri ini juga menuliskan caption panjang.
Mereka Daesh (ISIL/ISIS/IS) memasang bom pada tubuh seorang anak kecil bernama Uday dan mengirimnya bersama para pengungsi yang diselamatkan oleh pasukan keamanan Iraq untuk diledakan ketika sampai pada tempat pasukan keamanan Iraq.
Mengapa kalian para ISIS tega menggunakan seorang anak yang ia masih belum mengerti apa yang sedang terjadi.
Agama apa yang sedang kelian perjuangkan? adakah Islam yang Rahmatan lil Alamin membenarkan hal tersebut?
Bukankah Nabi Muhammad SAW melarang membunuh anak-anak, wanita dan tawanan ketika berperang?
Lantas agama apakah yang kalian ikuti itu, sungguh kelakuan kalian tidak mencerminkan seorang Muslim bahkan Manusia.
Silahkan copy dan share video ini agar mereka para sel tidur dan simpatisan ISIS yang masih memiliki hati bisa tersadarkan dengan apa yang selama ini mereka salah pahami," tulis Krisnha Murti.
Unggahan tersebut mendapatkan berbagai komentar dari warganet.
"Kasian bnget masi kecil dan gtw apa," tulis akun@shandra_suristhio
"Astagfirullah alazim ya Alloh sungguh kejam nian ngga sanggup liat muka anaknya terbayang anak anak kami diperlakukan seperti itu. Teriiris hati anak anak seharusnya menyongsong masa depan harus berurusan dengan hal seperti itu," tulis akun@banowatiwelasih
Dalam video tersebut terlihat seorang anak kecil yang direkam bersama seorang penjinak bom bernama Hasan yang direkam pada (18/4/2017).
Uday,nama anak kecil itu menceritakan bahwa ia telah disuruh pamannya untuk berhenti di sekitar tentara Irak.
"Orang yang dipanggil paman itu berkata pada anak ini mengatakan berangkatlah dan berhentilah, dimana ia bilang berhenti? dekat tentara Iraq," Kata Hasan.
Hasan membantu Uday untuk melepaskan bom yang terpasang di perutnya.
Hasan melepas bom pda tubuh Uday
Hasan melepas bom pda tubuh Uday (Youtube)






ISIS memasangkan bom tersebut pada tubuh Uday kemudian mengirimnya bersama para pengungsi yang akan sampai bersama tentara di Irak.
Hasan membantu Uday yang berusia sekitar 6-7 tahun untuk melepaskan bom dengan cara menggunting bom tersebut.
Hasan membuka jaket Uday dan terlihat kain putih menutupi perut Uday yang digunakan sebagai sabuk penyanggah bom bunuh diri.
Setelah kain putih tersebut dipotong, tampak perangkat bom.
"Aduh," kata Uday ketika kain putih tersebut akan digunting.
Sabuk bom bunuh diri tersebut berhasil dilepas dari tubuh Uday oleh tim penjinak bom Irak.
Tentara tersebut berterimakasih kepada seluruh relawan yang telah memberitahukan keberadaan Uday dan juga keluarga pengungsi yang telah melaporkan anak tak dikenal ini.
Sementara itu, kisah Hatf Saiful Rasul anak berusia 11 tahun pernah mengatakan kepada ayahnya, bahwa dia ingin meninggalkan sekolah dan pergi ke Suriah untuk memperjuangkan Negara Islam.
Hatf mengatakan kepada ayahnya beberapa teman dan guru dari Ibnu Mas'ud telah pergi untuk memperjuangkan Negara Islam dan "menjadi syahid di sana". (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI