Dituduh Memihak Pasangan Calon Pilgub, Sekretaris Disdik Sumut Dilaporkan ke Bawaslu

| Rabu, 09 Mei 2018 | 12.52 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Warga laporkan Sekretaris Disdik ke Bawaslu Sumut

Mediaapakabar.com - Merebaknya kasus rekaman dugaan suara Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Rifai Bakri Tanjung ajak dukung Djarot-Sihar (Djoss)  berbuntut panjang.

Dia resmi dilaporkan atas dasar dugaan pelanggaran Pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut.

Rifai juga diduga mengintervensi dan memerintahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) bawahannya untuk memenangkan salahsatu Paslon di Pilgubsu 2018.

Irfan Haryantho seorang warga Jalan Gatot Subroto Medan adalah warga yang melaporkan Rifai Bakri ke Bawaslu Sumut, Senin (7/5/2018).

Dilansir Pojoksumut.com menurut Irfan, dirinya melaporkan hal ini ke Bawaslu karena menurutnya secara Undang Undang (UU), tidak boleh ASN campur tangan dalam urusan politik praktis, terlebih jika terlibat jauh sampai mengajak dan menggalang dukungan dari ASN.

Menurut Irfan, Rifai Bakri diduga telah menyalahgunakan jabatannya untuk menekan bawahannya dalam hal mempengaruhi dan mengajak memenangkan Djarot.

“Dalam rekaman itu jelas, dia mengatakan bahwa semua harus sama-sama memenangkan Djarot, kalau di Batubara semua muaranya ke Zahir. Jangan ada yang cemberut dan semua harus setuju,” tandasnya.

Irfan menduga bahwa rekaman tersebut direkam salah seorang peserta rapat di salah satu Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Pendidikan yang ada di Sumut.

Sebagai warga Medan, dirinya sangat tidak ingin Pilgubsu berjalan tertatih hanya karena adanya intervensi dan campur tangan kekuasaan.

“Mustahil kita bisa melahirkan pemimpin yang tauladan, jika Pilgubsu berjalan di bawah pengaruh intervensi kekuasaan,” imbuh dia.

Sementara itu, Idharul Haq didampingi Zulfikri Lubis tim advokasi hukum Eramas yang ikut mengawal jalannya pelaporan mengatakan siap mengawal masyarakat yang ingin melaporkan berbagai pelanggaran penyelenggaraan Pemilu.

“Eramas kan membuka posko pengaduan masyarakat terkait dugaan kecurangan Pemilu. Kami juga mendorong agar masyarakat proaktif melaporkan jika ditemukan adanya pelanggaran. Hal itu penting karena demi terciptanya Pemilu yang bersih, jujur dan adil,” kata Idharul.

Menurut Idharul, oknum Sekretaris Dinas Pendidikan tersebut diduga melanggar UU pasal 2 huruf f, UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) junto pasal 70 UU No 10 tahun 2016 tentang Pilkada dan PKPU No 4 tahun 2017.

“ASN itu jelas aturannya harus netral dan tidak boleh ikut serta ke ranah politik praktis. Kalau mau jadi tim sukses, ya mundur saja sebagai ASN, biar tidak menggunakan jabatan untuk hal hal yang di luar tugas kedinasan,” tandasnya.

Idharul juga berharap agar Bawaslu serius dalam mengungkapkan kasus ini. Sebab penggunaan kekuasaan pemerintah demi memenangkan salah satu calon, ada bentuk pelanggaran serius dan tidak boleh dibiarkan.

Bawaslu Telusuri

Sementara itu Bawaslu Sumut sedang menelusuri video yang memerintahkan Kepala UPT di Dinas Pendidikan untuk memenangkan pasangan Cagub dan Cawagub nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss).

Komisioner Bawaslu Sumut Aulia Andri mengatakan, Bawaslu mau mencari rekaman  aslinya agar lebih valid lagi. Katanya video yang beredar tersebut bukanlah video asli, dan yang ada dalam video tersebut hanya suara.

“Nanti suaranya itu yang akan didalami,” kata Aulia.

Aulia mengatakan, Bawaslu mendorong masyarakat yang memiliki bukti-bukti lebih kuat terkait video itu. Menurutnya, perlu menelusuri tempat, waktu, dan konteks pertemuan tersebut.

“Kalau ada yang melapor silakan bagi masyarakat kalau punya bukti yang lebih banyak. Tempat, waktu, siapa saja yang hadir di situ kan sehingga penelusurannya tidak terlalu panjang. Setelah penelusuran menemui titik terang, maka Bawaslu akan memanggil Rifai Tanjung untuk diklarifikasi,” tandasnya.

Video tersebut dibuka dengan salam oleh diduga Rifai. Dia lalu mengajak aparatur pendidikan untuk kompak.

“Satu bulat tekad memenangkan apa yang kita harapkan. Kalau Batubara khusus Pak Zahir. Bantu habis total ya. Saya tidak mau dengar ada di lapangan macam-macam. Bermuara sama Pak Zahir semua. Nah, yang kedua, saya juga mau menyampaikan kepada kita semua, bapak UPT, siap ya. Ya, kita biasalah dulu kita Paten-paten semua kan gitu kan, tapi karena Allah berkehendak lain kan begitu. Jadi kita harus bisalah memahami keadaan sekarang. Sekarang kita mau ke Djarot, Djoss. Oke, saya minta tolong sama kita ke Pak Djarot-Djoss ya.”

“Jangan mukanya agak kecut-kecut. Mukanya yang berengut kutengok ini ya. Kuperhatikan memang kita juga melihat ke depan, yaitu mungkin Pak Djarot itu kan, Pak Djarot pernah jadi wakil gubernur, pernah jadi gubernur DKI pernah jadi bupati Blitar, dan macam-macam semua juga. Masalah pendidikan juga kita lihat masa kepemimpinannya good, cukup baik kita lihat, dan memang peduli Pak Djarot ini kepada masyarakat bawah khususnya, apalagi masyarakat pendidikan. Itu yang mau saya sampaikan. Bapak jangan banyak cakap di lapangan, yang penting bekerja. Kita sudah masuk ke dalam satu kelompok, kena satu, kena semua ya. Pokoknya kerja, macam mana supaya menang Djoss ya, Pak Djarot,” kata Rifai. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI