5 Rekannya Tewas Terbunuh, Video Polisi Ini Rela Suapi Napi Teroris

| Jumat, 11 Mei 2018 | 11.56 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Polisi beri makan napi teroris saat akan diberangkatkan ke Nusakambangan. Foto: Instagram

Mediaapakabar.com - Buntut dari kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok berujung pada pemindahan 155 napi teroris ke Nusakambangan, Jawa Tengah.

Dikutip dari Tribunnews.com, Sebanyak 155 narapidana teroris dipindahkan ke Lapas high risk atau berisiko tinggi di Nusakambangan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menerangkan, lapas high risk, satu sel hanya ditempati seorang napi teroris dengan pengawasan CCTV selama 24 jam.

"Mereka dipindahkan ke dua lapas high risk di Nusakambangan, yaitu Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih, " ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (10/5/2018).

Ditjen Pas akan bekerja sama dengan Mako Brimob, Densus 88, BNPT, Polri, dan TNI untuk pemindahan para napi teroris.

Napi teroris akan diberikan pengamanan maksimal.

Sistem perlakuan, pembinaan dan pengamanan akan diterapkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku.

Pelaksanaan penempatan narapidana teroris, ucap Utami, akan disesuaikan dengan kapasitas yang memadai dan petugas pemasyarakatan yang telah dilatih.

"Mohon doanya agar pelaksanaan pemindahan dan penempatan hingga nanti pelaksanaan pembinaan mereka selama di NK berjalan lancar dan tidak terjadi gangguan yang berarti," ucap Utami.
Pemindahan pun dilakukan dengan menggunakan bus polisi.

Ada pemandangan yang menarik saat pemindahan napi teroris ke Nusakambangan.

Akun Instagram @mde_78 mengunggah video ketika para napi teroris berada di dalam bus.
Di sana, para napi duduk rapi dengan tangan berada di belakang, seperti sedan diborgol.

Lalu, polisi bersenjata lengkap berada di hadapan mereka sambil menyuapi mereka makanan.
Beberapa polisi melakukan hal yang sama terhadap napi teroris lainnya di dalam bus.


"Karena tuntutan tugas, kami masih baik pada kalian.... .
JIKA BUKAN KARENA SERAGAM YANG KAMI PAKAI DAN ATURAN YANG HARUS KAMI IKUTI, KALIAN SUDAH KAMI ANTAR MENEMUI TUHAN.... .
KALIAN PEMBUNUH KEJI, TAPI KAMI TETAP HARUS BERHATI MALAIKAT YANG HARUS MEMILIKI JIWA KASIH SAYANG KEPADA KALIAN PARA BAN***T...."

Banyak netizen yang merasa tersentuh melihat video ini.

Sebab mereka menganggap anggota polisi masih berjiwa besar untuk mau menyuapi napi teroris, sementara 5 rekan-rekannya gugur dalam bentrokan kemarin.

punnosamvaro : Apa gak malu ya? Sudah berbuat tidak baik bahkan membunuh, anggota Polri masih melayani kalian dengan baik..... Salut buat anggota Polri.....

viaali15 : Hati sy teriris rasanya melihat para anggota nyuapi napiter2 itu , walau saudara2 kalian mati di tangan mereka YA ALLAH

_none_nie_ : Saluttt ... hormat tunduk untuk anggota polri agar semua jajaran nya di berikan kesehatan dan perlindungan dari Tuhan

lavinia526 : Kejahatan di balas dgn cinta kasih ! biarlah Allah yg membalas kekejaman mereka! Aminnnn

christsari : Ya Tuhan.. Nangis aku liatnya.. Terbuat dari apakah hati kalian itu..., sebegitu keji kalian bunuh saudaramu sendiri, tapi dengan penuh kasih mereka masih melayanimu... Apakah hatimu sudah mati rasa.

Sebelumnya, lima anggota Densus 88  gugur dalam kasus kericuhan yang ada di dalam rutan Mako Brimob, Kelapa Dua.

Atas peristiwa berdarah ini, lima orang anggota Densus 88 Antiteror mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Pemberian kenaikan pangkat itu diputuskan Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui Surat Telegram tanggal 9 Mei 2018.

Kelima anggota Polri yang mendapat penghargaan yakni:

1. Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto
2. Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi
3. Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho
4. Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli
5. Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

"Empat dari satuan khusus Densus 88 Anti-teror dan satu yakni Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiaji dari Polda Metro Jaya yang juga tergabung dalam Densus 88," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Kabaharkam Polri, Depok, Rabu (9/5/2018).

Kelima anggota Densus 88 itu sebelumnya sempat disandera oleh para napi terorisme di Mako Brimob Kelapa Dua. Namun, kelimanya akhirnya gugur di tangan para napi.(*)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI