Empat Pelaku Begal Berhasil Diringkus Polda Sumut

| Kamis, 26 April 2018 | 09.55 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Kanit Ranmor Polda Sumut Kompol Anjas bertanya ke tersangka begal, Rabu (25/4/2018). (Foto: Tribun-Medan.com)
Mediaapakabar.com - Empat orang pelaku begal yang selama ini meresahkan Kota Medan dan beraksi tidak segan melukai korbannya berhasil diringkus pihak yang berwajib.

"Dari keempat tersangka yang diamankan satu diantaranya sebagai penadah," kata DirKrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian didampingi Kasubdit III DitKrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (25/4/2018).

Ia mengatakan sebenarnya ada tujuh tersangka dengan satu penadah, namun baru empat orang yang berhasil diamankan. "Tiga orang lagi masih dalam tahap pencarian,"katanya.

Seperti yang dilansir Tribun-Medan.com, adapun keempat tersangka yang diamankan masing-masing Ridwan (27) warga Jalan Tangguk Bongkar 7 No 4, Kelurahan Tegal Sari II, kecamatan Medan Denai berperan sebagai tukang pukul, Febrianto Simanjuntak (20) warga Jalan Tangguk Bongkar 6, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai mencari target.

Disamping itu juga diringkus Arnold warga Jalan Cendrawasih 2 No 215 Perumnas Mandala berperan sebagai penadah dan Christian Simangunsong (25) warga Jalan Tangguk Bongkar 8, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai membantu tersangka lain untuk melancarkan aksi mereka.

"Ada tiga tersangka lagi yang sedang dalam buronan, masing-masing DD, FR dan KP,"kata Andi Rian.

Mengenai di mana tempat para tersangka melancarkan aksinya, Kasubdit III DitKrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan para tersangka merupakan bandit jalanan yang acapkali beraksi di seputaran Jalan Serdang, Jalan Asia, Jalan Letda Sujono, dan Jalan Helvetia.

"Mereka ini merupakan jaringan begal yang sudah sangat meresahkan masyarakat. Sebenarnya ini wilayah hukum dari masing-masing Polsek. Namun karena sudah sangat meresahkan, maka kita mengambil peran untuk melakukan pengembangan dan penangkapan," kata Maringan saat disambangi di ruang kerjanya didampingi Kanit Ranmor DitKrimum Polda Sumut Kompol Anjas.

Dikatakan Maringan mereka ini jaringan begal motor. "Jadi, kalau ada kawan mereka yang sudah ditangkap, mereka akan mengubah lokasi dan menunggu paling cepat dua bulan setelah mereka mendapat kabar kawan mereka ditangkap petugas,"ujarnya.

Tiga dari empat pelaku yang sudah diamankan ini terbilang sadis. Karena, sambung Maringan, mereka tidak segan-segan untuk melukai korbannya.

"Banyak TKP mereka ini. Sangkin banyaknya, para tersangka lupa menyebutkan di manamana saja mereka beraksi,"katanya.

Sementara itu, satu dari empat tersangka yang diamankan bernama Ridwan mengaku kalau dirinya sudah empat kali melakukan begal.

"Uang dari begal aku gunakan untuk beli sabu bang. Sudah empat kali saya lakukan itu bang. Biasanya saya melakukan aksi kalau lagi pengen nyabu bang,"ujarnya.

Mengenai apakah dirinya tidak kasihan melihat korban, pria dengan baju tahanan warna merah ini menyatakan kasihan.

"Setelah saya berhasil mengambil sepeda motor korban. Saya langsung kepikiran bagaimana korban yang ia begal,"katanya.

Saat ditanya bagaimana kalau orangtuanya di begal sama orang lain, pria berusia 27 tahun ini mengaku jangan.

"Aku gak pengen orangtuaku di begal. Kasihan," ujarnya seraya menundukkan kepala.
Sementara itu, Kompol Anjas menyatakan kalau dirinya berhasil mengamankan keempat pelaku ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengetahui ciri-ciri dari pelaku.

"Jadi kita menyebarkan informasi mengenai para tersangka ini dan dapat informasi dari masyarakat mengenai ciri-ciri tersangka. Langsung kita lakukan pengejaran dan berhasil mengamankan keempat tersangka," kata Anjas seraya menyatakan keempat tersangka diamankan di tempat dan waktu yang berbeda. (AS/Mediaapakabar.com)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI